Pixel 11 Series dengan Tensor G6 dan Zoom 120x, Harga Mulai Rp16 Juta
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat Bantul masih minim. Padahal, produksi ikan di Bumi Projotamansari tidak kalah dibandingkan kabupaten lain di DIY.
Oleh karena itu, DKP Bantul saat ini terus melakukan berbagai upaya agar tingkat konsumsi ikan di Bantul meningkat.
Kepala DKP Bantul, Istriyani mengungkapkan saat ini angka konsumsi ikan di Bantul masih sekitar 31,9 kilogram per orang per tahun. Angka konsumsi ikan ini, kata dia, masih di bawah rata-rata minimal konsumsi ikan di DIY, yakni 34 kilogram per orang dalam setahun.
"Sementara untuk Sleman saja, angka konsumsi ikannya bisa mencapai 38 kilogram per orang per tahun. Sedangkan Kota Jogja, angka konsumsi ikannya mencapai 36 kilogram per orang per tahun," katanya, Jumat (22/11/2024).
Padahal, ungkap Istriyani, produksi ikan di Bantul tidak kalah dibandingkan Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, dia menduga rendahnya angka konsumsi ikan di Bantul tidak lepas dari budaya mengonsumsi ikan di masyarakat Bumi Projotamansari yang tidak lebih tinggi dibandingkan Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. "Untuk itu, kami berupaya agar minat warga untuk mengonsumsi ikan meningkat. Kami berusaha masuk ke sekolah, dan mendorong setiap hantaran makanan selalu ada ikan," ujar dia.
BACA JUGA: Jauh di Bawah Rata-rata Nasional, Pemkot Jogja Terus Dorong Konsumsi Ikan
Di sisi lain, Istriyani mengakui jika produksi ikan tangkap dan budidaya di Kabupaten Bantul masih paling banyak banyak didatangkan dari luar Kabupaten Bantul. Pasalnya, dari total produksi ikan tangkap dan budidaya yang mencapai 14.000 ton, 850 ton di antaranya adalah ikan tangkap.
Untuk itu, DKP Bantul telah berusaha meningkatkan produksi ikan budidaya di wilayahnya baik melalui ektensifikasi dan intensifikasi.
Intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan jumlah kolam, sedangkan ekstensifikasi dilakukan dengan penambahan orang yang terlibat dalam pembudidayaan ikan.
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Adi Bayu Kristanto mengungkapkan peningkatan konsumsi ikan sangat penting. Karena Bantul memiliki potensi yang besar karena punya potensi perikanan. "Untuk itu kami mengajak warga untuk membiasakan mengonsumsi ikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.