Ini Sejumlah Hotel yang Dibangun di Sekitar YIA

Ilustrasi. - Freepik
16 Oktober 2020 06:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Fasilitas penunjang di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kulonprogo, sudah memasuki tahap konstruksi. Beberapa di antaranya adalah hotel dan jalur kereta api sebagai akses dari dan menuju YIA.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan hotel yang dipastikan beroperasi di kawasan YIA di antaranya Swiss Bell, Grand Dafam, Novotel dan Ibis. Untuk Novotel, Ibis dan Swiss Bell berlokasi di timur YIA. Letaknya tepat di selatan jalan nasional. Khusus untuk lahan yang didiami Swiss Bell hotel, dibangun bersamaan SPBU dan rumah makan. Sementara, untuk Hotel Grand Dafam terletak di sisi utara jalan nasional, atau tepat di depan gerbang masuk YIA.

Baca juga: Drainase di Bawah Selokan Matram Amblas

Ia menjelaskan empat hotel itu kekinian masuk tahap pembangunan konstruksi dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2021 mendatang.

"Di samping itu juga ada hotel Cordia milik AP 1 yang ada di aerocity bandara. Untuk hotel itu [Cordia] sudah beroperasi, tapi jumlah kamarnya terbatas. Sementara untuk hotel di luar itu merupakan hotel berbintang yang mampu menampung lebih banyak orang," kata Sutedjo, kepada Harian Jogja, Kamis (15/10/2020).

Sutedjo mengatakan tempat di mana empat hotel itu berdiri terletak di kawasan aeorotropolis. Selain hotel, di kawasan itu juga akan dibangun berbagai fasilitas lain salah satunya rest area. Fasilitas ini terletak di barat bandara.

Baca juga: Bantul Dapat Bantuan Enam CCTV

Rest area itu kata Sutedjo dibangun oleh Perusahaan Milik Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kulonprogo, yang melibatkan pihak swasta. Di sana akan dibangun gedung bioskop, pujasera dan sebagainya. "Untuk rest area, saat ini masih dalam proses pembangunan," ucap Sutedjo.

Kehadiran kawasan aerotropolis yang nantinya bakal mencakup tiga kapanewon yakni Temon, Pengasih dan Wates itu diharapkan Sutedjo bisa memberikan daya pengungkit perekenomian masyarakat Kulonprogo. Kendati begitu, ia memahami bahwa tidak mungkin kawasan tersebut hanya dikuasai oleh orang lokal Kulonprogo, sehingga tetap perlu ada keterlibatan pihak luar.

"Tapi kami tetap berharap masyarakat Kulonprogo bisa ikut serta dalam pengembangan aerotropolis ini," ujarnya.