Perusahaan Telekomunikasi di Sleman yang Jadi Klaster Covid-19 Dapat Teguran Lisan

Tim Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mendatangi kantor yang menjadi klaster dengan puluhan kasus positif pada Jumat (16/10/2020) sore. - Ist/dok
17 Oktober 2020 01:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Perusahaan telekomunikasi di Sleman mendapat teguran lisan. Sanksi ini berdasarkan pengecekan Tim Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY pada kantor yang menjadi klaster dengan puluhan kasus positif pada Jumat (16/10/2020) sore.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan di kantor tersebut terdapat tiga lantai yang masing-masing mendapatkan teguran lisan karena masih terdapat beberapa kekurangan dalam protokol kesehatan.

Baca juga: Miliaran Biaya Penanganan Pasien Covid-19 dari Pusat untuk RSUD Jogja Belum Dibayarkan

Pada lantai satu meski telah dipasangi tanda silang dan dibatasi pengunjung yang masuk, pihaknya meminta ditambahkan penyediaan hand sanitizer di ruang pengunjung setelah mengambil antrian. "Karena mesin antrian dipakai untuk umum," katanya.

Kemudian di lantai dua, pegawai sudah makai masker tapi saat menerima telfon masker diturunkan. Hal ini berbahaya bagi pegawai yang lain karena pembatas meja kerja yang berhadapan kurang tinggi sehingga jika bicara udara dari mulut bisa mengenai depanya.

Baca juga: Ketua DPRD Kabupaten Magelang Suspect Covid-19 Setelah Menerima Unjuk Rasa

"Juga untuk selalu di ingatkan karena ruangan padat dengan jaga jarak tidak ada satu meter. Tim memberi saran untuk menaikan pembatas depan pegawai," katanya.

Lalu di lantai tiga, ditempati 300 karyawan yang dibagi dalam dua sift. Beberapa yang menjadi catatan pembatas antar karyawan kurang tinggi dan jarak antar karyawan kurang jauh. "Saran tim untuk tetap memperhatikan batas pegawai karena sudah menjadi klaster baru covid-19," ungkapnya.