Update Harga Pangan: Cabai Rawit Nyaris Rp60 Ribu, Telur Rp28.950/Kg
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman, Budiharjo saat gelar jumpa pers pelaksanaan Pilkada, Jumat (16/10/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN– Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan pelaksanaan Pemilihan Kades (Pilkades) Sleman tetap dilaksanakan pada 20 Desember 2020. Kepastian tersebut disampaikan setelah Kemendagri menyetujui pengajuan tanggal Pilkades yang diajukan Pemkab.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman, Budiharjo mengatakan kepastian penyelenggaraan Pilkades melalui e-voting ini berdasarkan hasil rapat koordinasi virtual (zoom meeting) Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Nata Irawan.
Baca juga: Minggu Depan, Lahan Tol Solo-Jogja Mulai Diukur
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkab mendapatkan izin untuk melaksanakan Pilkades 2020 dengan metode e-voting. "Setelah melaksanakan rekomendasi dari Dirjen Bina Pemdes untuk mendaftarkan terkait waktu pelaksanaan Pilkades setelah adanya penundaan. Kemudian kami memastikan kembali, jawabannya diizinkan,” jelasnya, Jum’at (16/10/2020) di Pendopo Parasamya Sleman.
Setelah mendapatkan izin, Budiharjo menyebut pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk menyusun dan menerbitkan Surat Keputusan Bupati terkait penetapan hari dan tanggal pemungutan suara melalui metode e-voting. Kepastian pelaksanaan Pilkades ini tentu diimbangi dengan persiapan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Hal tersebut dinilai sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Baca juga: Viral Video Tips Usaha Pelihara Tuyul, Ini Maksudnya
“Protokol kesehatan yang optimal tentu harus dilaksanakan. Sleman sudah siap. Selain (3 M), kami juga siapkan fasilitas APD dan melaksanakan rapid test bagi seluruh petugas pemungutan suara Pilkades,” katanya.
Untuk mengantisipasi kekhawatiran adanya penularan Covid-19, kata Budi, sejumlah strategi disiapkan. Di mana calon pemilih nantinya juga akan difasilitasi sarung tangan pakai habis. "Jadi dalam teknisnya, alat pemungutan suara tidak akan tersentuh secara langsung oleh calon pemilih. Tapi menggunakan sarung tangan pakai buang," katanya.
Selain itu, pemberian tinta setelah pemilih memberikan hak pilihnya tidak dilakukan dengan mencelup salah satu jarinya. Pola seperti itu diganti dengan pemberian tinta menggunakan cotton bud. "Jadi pakai cotton bud sekali pakai. Cotton bud dicelupkan di wadah tinta, setelah dipakai dibuang," jelas Budi.
Tidak kalah pentingnya, lanjut dia, soal rencana pelantikan Kades terpilih nantinya. Menurut Budi, Kades terpilih nanti akan dilantik tetap pada akhir Desember setelah Pilkades dilaksanakan. Alasannya, selain hasil pemilihan Pilkades bisa langsung terlihat dan diketahui di masing-masing TPS. "Kemudian diakumulasi di masing-masing TPS, tidak sampai 15 menit nanti bisa dilihat semua jumlah suaranya," katanya.
Jika terjadi sengketa saat penghitungan suara, katanya, Budi mengatakan hal itu tetap bisa dilakukan di waktu berbeda setelah proses Pilkades selesai. Hanya saja, kata Budi, sengketa yang muncul tidak akan memupus rencana pelatikan seluruh Kades terpilih. "Nanti sengketa itu ada waktunya sendiri. Kami juga masih belum memutuskan apakah pelantikan dilakukan dengan cara virtual atau hadir secara fisik," ujarnya.
Sebelumnya, Sekda Sleman Harda Kiswaya optimistis jika pelaksanaan Pilkades sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, 20 Desember. Sepanjang tidak ada force major atau kebijakan terbaru terkait pandemi Covid-19. "Pelaksanaan Pilkades 20 Desember mendatang itu sudah dalam perhitungan matang melibatkan KPU dan Bawaslu serta sesuai surat dari Kemendagri. Kami optimistis digelar sesuai jadwal," katanya.
Agar pandemi Covid-19 di Sleman tidak terus meningkat, Pemkab pun menyiapkan langkah-langkah konkret. Selain penegakan aturan disiplin menerapkan protokol kesehatan, Pemkab juga terus memaksimalkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Pemkot Jogja memastikan Malioboro tetap terbuka saat Jogja Last Friday Ride digelar. ASN akan mendampingi peserta dengan bersepeda bersama masyarakat.
Rumah Sakit JIH Yogyakarta berhasil meraih apresiasi kategori Rumah Sakit Pelopor Wellness Tourism dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Merger BUMN Karya ditunda hingga kuartal IV/2026. Danantara fokus menyelesaikan restrukturisasi utang dan memperkuat kinerja keuangan perusahaan.
Pemerintah menargetkan 30.000 KDMP beroperasi hingga akhir 2026 untuk memperkuat distribusi komoditas, membantu petani, dan mengendalikan inflasi.