PSS Sleman Siap Hadapi Dewa United, Usung Misi Bangkit Usai 2 Kekalahan
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Ilustrasi sayuran. /Ruters-Rupak De Chowdhuri
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja terus perbanyak Lumbung Pangan Mataram. Kali ini program tersebut mendapat sokongan anggaran dari Dana Istimewa (Danais).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana menyebutkan bahwa pada tahun ini Lumbung Pangan Mataram akan bertambah tiga titik lagi. Sebelumnya Kota telah memiliki empat Lumbung Pangan Mataram. "Lumbung Pangan Mataram itu adalah kegiatan di masyarakat untuk bisa secara mandiri menyediakan bahan pangan mereka sendiri meliputi tiga hal yang harus [dicukupi], ada pertama karbohidrat, protein dan sayur, itu kan kebutuhan dasar," jelasnya pada Senin (19/10/2020).
Adapun tiga lokasi lumbung pangan tambahan terletak di Kelurahan Purbayan, Kampung Pugeran, dan Kampung Markisa, Blunyahrejo. Suyana mencontohkan di Kampung Markisa sebelumnya dikembangkan dengan swadaya masayrakat sendiri kedepannya bisa ditopang dengan program Lumbung Pangan Mataram agar lebih bisa mandiri. Ketiga lokasi tersebut akan mendapatkan kucuran Danais perubahan senilai Rp600 juta.
Selama mengikuti program Lumbung Pangan Mataram warga yang terlibat di masing-masing lokasi akan memperoleh pendampingan dari Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM dan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK) UGM. "Dari UGM memberi saran seperti model penanaman sistem potensi harus seperti apa atau langsung ditambah," ujar Suyana.
Pendampingan menurut Suyana perlu dilakukan. Pasalnya di Kampung Pugeran misalnya, Suyana menceritakan budidaya pepaya yang dilakukan terkendala oleh organisme pengganggu tanaman. "Ternyata perlu bimbingan teknis, banyak pepaya tetapi setelah besar daunnya kuning, setelah dicabut, akarnya malah nggruntel di bawah, disitulah PIAT yang mendampingi," terangnya.
Sebelumnya Ketua kelompok Pertanian Kampung Markisa, Totok Purnomo menyebutkan jika berbagai komoditas ditanam di Kampung Markisa, mulai dari bayam cabut merah, bayam cabut hijau, caisin, kangkung, sawi dakota, pakcoi, tomat, terong, markisa, singkong, jagung, kecipir, mentimun, kacang panjang, dan kacang tanah.
Diceritakan Totok, hasil panen dijual segar dan maupun berbentuk olahan. Hasil panen segar banyak dibeli warga sekitar, meski tidak banyak jumlahnya panen dapat membantu memenuhi kebutuhan warga. Sementara itu untuk panganan olahannya ada peyek sawi dakota yang jual langsung di kantin Kampung Markisa dan dipasarkan online.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.