Ikan Nila 2,3 Ton Dipanen di Bendung Lapen Giwangan

Warga memanen ikan nila di Bendung Lapen, beberapa waktu lalu/Ist
20 Oktober 2020 17:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bendung Lapen yang berlokasi di Kelurahan Giwangan, kecamatan Umbulharjo, belakangan menjadi spot yang banyak dibicarakan warganet karena keunikannya yang menjadikan saluran irigasi sebagai tempat budidaya ikan sekaligus nyaman untuk berekreasi melepas penat.

Awal Oktober lalu, warga sekitar Bendung Lapen menikmati hasil budidaya tersebut dengan kegiatan panen raya untuk yang kedua kalinya. Tak tanggung-tanggung, dalam panen raya kali ini sebanyak 2,3 ton ikan nila dipanen.

Salah satu pengurus Bendung Lapen, Suwarto, menuturkan warga bersama-sama memanen yang kemudian hasilnya ada yang dibagikan dan ada yang dijual. “1,5 ton dijual, 300 Kg dikonsumsi ramai-ramai setelah panen dan dibagikan kepada warga dan pemuda, 300 Kg dikembalikan lagi ke kolam,” katanya, Selasa (20/10/2020).

BACA JUGA: Ular Misterius Melingkar di Tiang Kraton Jogja, Tiba-Tiba Hilang Sebelum Ada Pawang

Ikan yang dijual untuk masyarakat umum dibandrol seharga Rp27.500. Kegiatan ini menurutnya menjadi wujud pemberdayaan masyarakat baik dari aspek Kesehatan karena ikan merupakan sumber protein dan aspek ekonomi karena hasil penjualan menambah pendapatan bagi pengelola yang merupakan warga setempat.

Selain dari hasil panen, pemberdayaan ekonomi juga dilakukan dengan pembuatan angkringan yang memasarkan produk kuliner buatan warga sekitar serta penjualan pellet yang dibeli oleh pengunjung sehingga mereka bisa berekreasi sembari memberi makan ikan.

Bending lapen pertama didirikan pada pertengahan 2019 lalu. Lurah Giwangan, Anggit Syafrudin, menuturkan Bendung Lapen merupakan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. “Dengan budidaya ikan itu ia berharap dapat mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih cinta pada lingkungan,” ungkapnya.

Pengembangan Bendung Lapen merupakan bentuk langkah maju karena dulunya, kawasan tersebut merupakan lingkungan kumuh, tempat permukiman yang tidak terurus, pembuangan sampah bahkan ada kendang babi sehingga mencemari sungai gajahwong di sebelahnya.

Dengan dukungan berbagai pihak baik dari Pemkot Jogja maupun Pemda DIY, lokasi tersebut sudah tertata sangat rapi, bersih dan nyaman. Dilengkapi dengan sejumlah gazebo, Bendung lapen menjadi tempat yang pas untuk menikmati suasana sore.