Siap-Siap Lonjakan Wisatawan di Akhir Pekan, Pemkot Jogja Waspada Corona

Pelancong menikmati suasana kawasan pedestrian Malioboro, Yogyakarta yang lengang seperti terlihat pada Senin (29/05/2017). - Harian Jogja/Desi Suryanto
20 Oktober 2020 20:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogjacom, JOGJA--Libur panjang yang akan terjadi pada pekan depan patut diwaspadai oleh gugus tugas penanganan Covid-19 kota Jogja. Pasalnya, libur panjang berpotensi mengundang pengunjung maupun wisatawan untuk datang ke sejumlah objek wisata yang ada di kota Jogja sehingga potensi penularan Covid-19 bisa terjadi.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan jika pihaknya sudah berupaya untuk mengkondisikan satuan gugus tugas penanganan Covid-19 kota Jogja tingkat kecamatan maupun Satpol-PP Kota Jogja guna meningkatkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Kami sudah mengkondisikan seluruh teman-teman terutama di wilayah kecamatan maupun Satpol-PP. Kami minta untuk menguatkan protokol kesehatan yang dijalankan oleh masing-masing pelaku usaha maupun masyarakat," ujar Heroe Poerwadi saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2020).

BACA JUGA: Warga Terdampak Tol Jogja Bikin Pos Informasi

Heroe mengimbau agar wisatawan yang datang ke Jogja untuk senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Tidak lupa, ia mengimbau agar wisatawan senantiasa membawa surat bebas Covid-19.

"Jadi long weekend di akhir bulan ini mudah-mudahan warga yang datang ke Jogja menjalankan protokol Covid-19 dengan baik dan disiplin. Salah satu caranya ya dengan membawa surat bebas Covid-19. Seluruh pelaku usaha, termasuk destinasi wisata dan seluruh warga yang ada di kota Jogja juga tidak lupa kami imbau harus menaati protokol Covid-19," sambung Heroe.

Heroe mengaku jika pelaksanaan protokol pencegahan penularan Covid-19 harus dilakukan upaya evaluasi. Upaya monitoring secara acak dilakukan agar pelaksanaan protokol pencegahan penularan Covid-19 sudah dilakukan dengan semestinya.

"Warga Jogja juga harus menjalankan protokol Covid-19 dengan baik. Makanya kami selama ini mendorong agar teman-teman Camat maupun Lurah terus melakukan monitoring acak ke setiap tempat yang kira-kira banyak dikunjungi orang dan melakukan review terhadap protokol Covid-19 yang sudah dijalankan. Apakah sudah optimal atau belum," sambung Heroe.

Upaya evaluasi maupun monitoring yang dilakukan oleh gugus tugas penanganan Covid-19 kota Jogja dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang ada di kota Jogja. Di samping itu, upaya evaluasi dilakukan agar memberi rasa aman bagi warga Jogja sendiri.

"Jadi, pada prinsipnya mereka sudah menjalankan protokol Covid-19. Cuma kita sekarang ini berupaya untuk review protokol Covid-19 yang sudah dijalankan secara maksimal. Harapan kami memang memberikan rasa aman bagi kita sendiri, nyaman bagi siapapun yang datang ke sini. Sehingga, liburan panjang ini nanti betul-betul tidak berakibat pada peningkatan jumlah covid-19.

Berkaca dari pengalaman di bulan Agustus lalu, dimana terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang meningkat cukup signifikan. Pemkot tidak ingin kecolongan. Oleh karena itu, upaya evaluasi dan monitoring acak dilakukan di sejumlah tempat yang menjadi titik berkumpulnya masyarakat maupun tempat usaha.

"Upaya yang dilakukan adalah dengan upaya monitoring secara acak agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup drastis bagi kota Jogja, maka dari itu sekarang kita antisipasi agar liburan panjang di akhir bulan ini tidak terjadi," terang Heroe.