KABAR KAMPUS: Ini Cara Perguruan Tinggi Menambah Dosen Berstatus Profesor

Penyerahan SK kenaikan jabatan akademik Profesor Yandi Syukri, Senin (19/10/2020). - Ist/UII.
20 Oktober 2020 22:37 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menambah satu orang dosen dengan gelar akademik profesor. Surat Keputusan kenaikan jabatan akademik itu diserahterimakan pada Senin (19/10/2020). Adalah Yandri Syukri yang merupakan Profesor di UII yang ke-21.

Direktur Sumber Daya Manusia UII Ike Agustina menjelaskan Program Percepatan Guru Besar menjadi salah satu upaya untuk menambah dosen agar memiliki gelar profesor. Mengingat program ini pada 2019 berhasil di kampusnya, maka akan terus dilakukan. Ia menambahkan untuk mencetak profesor kampusnya memiliki sejumlah strategi namun karena pandemi langkah itu tidak bisa diterapkan semua.

BACA JUGA : UII Jogja Punya Tiga Profesor Baru

“Ada skema penelitian kolaboratif dan skema coaching clinic. Skema C dan Skema D [Sabbatical leave dan Visiting Professor] yang melibatkan mobilitas fisik ditiadakan karena masih dalam masa pandemi Covid-19,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (20/10/2020).

Ia menambahkan tujuan dari skema penelitian kolaboratif adalah untuk meningkatkan kualitas penelitian dosen yang bermuara pada publikasi jurnal bereputasi dengan memfasilitasi dosen melakukan kolaborasi penelitian dengan pakar yang terkait.

Sedangkan untuk skema coaching clinic penulisan artikel untuk membantu dosen dalam meningkatkan kualitas tulisan hasil penelitian yang akan dipublikasikan ke jurnal internasional bereputasi. Mengingat karya ilmiah yang termuat di jurnal bereputasi menjadi syarat utama pengajuan gelar profesor.

“Program coaching clinic untuk penulisan artikel ini bersifat individual. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pembimbingan dalam penulisan artikel yang dilakukan oleh pembimbing profesional kepada peserta program, baik dalam bentuk pembimbingan tatap muka maupun secara online,” katanya.

BACA JUGA : Polemik Jabatan Profesor Amien Rais, Ini Penjelasan UGM

Menurutnya saat inia da empat dosen yang telah diusulkan untuk mendapatkan gelar profesor LLDIKTI dan DIKTI Jakarta. Keempatnya beradal dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) dan Fakultas Hukum. Selain itu ada empat dosen yang juga sedang berproses menuju gelar guru besar, mereka adlaah Dwipraptono Agus Harjito (FBE), Agus Widarjono (FBE), Allwar (FMIPA) dan Jaka Nugraha (FMIPA).

Rektor UII Profesor Fathul Wahid menambahkan data pada akhir 2019 menunjukkan dari 261.827 dosen, hanya 5.664 (2,16%) yang mempunyai jabatan akademik profesor. Ia berharap kepada Profesor Yandi Syukri, sebagai warga elit akademik untuk memperhatikan bahwa harapan publik sangat tinggi kepada para profesor, sebagai pengembang ilmu pengetahuan yang mengawal standar akademik tertinggi. Selain itu jabatan profesor seharusnya tidak dimaknai sebagai akhir perjalanan akademik. Justru, ini adalah momentum untuk lebih kontributif. Isu-isu publik pun perlu mendapatkan perhatian dan semakin ditekuni.

BACA JUGA : UGM Diminta Cabut Gelar Doktor Rektor Unnes

“Seorang profesor tidak hanya menyimpan isu-isu penting yang terinformasikan atau dibenarkan, tetapi bersedia menyatakan, mempertahankan, atau merekomendasikan isu-isu penting secara terbuka, baik di dalam kelas maupun melalui tulisan,” katanya.

Dalam kesempatan serah terima SK Gelar Profesor itu ini, Fathul mengajak semua profesor untuk bisa ngemong orang lain, terutama yang lebih muda, untuk tumbuh dan berkembang. “Dan, bukan sebaliknya, minta diemong dan membuat repot banyak orang,” ujarnya.