Program PanganKu Maju Ajang Inovasi Tingkat Internasional

Bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Yogyakarta. - Antara/Eka AR
22 Oktober 2020 04:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Salah satu program inovasi besutan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, yaitu Pangan Kulonprogo (PanganKu) akan diikutsertakan dalam the United Nations Public Service Awards (UNPSA). UNPSA merupakan penghargaan internasional dalam bidang pelayanan publik yang diselenggarakan PBB.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa, dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (21/10/2020) mengatakan Indonesia akan kembali ikut serta dalam UNPSA yang diselenggarakan tiap tahun. Rencananya, sebanyak 12 inovasi pelayanan publik akan diajukan dalam ajang penghargaan tingkat internasional tersebut.

Adapun ke 12 inovasi pelayanan publik yang akan diajukan itu meliputi, Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web (SIPONGI), dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), dari Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Baca juga: Mahasiswa Penolak Omnibus Law Jadi Korban Doxing, KAGAMA Filsafat UGM Sebut Pembunuhan Karakter

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Return to Work, dari Deputi Direktur Bidang Kebijakan Operasional Program, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan; Informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) untuk Peningkatan Perekonomian Nelayan Indonesia, dari Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Bunga Tanjung (Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Perempuan dan Anak), dari RSUD Tarakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera): Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan, dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Bangkit Berdaya (Bangun Kelurahan Secara Intensif dan Terpadu Yang Berazaskan Swadaya), dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Pemerintah Kota Jambi; Selfi (Sekolah Filial – Layanan Pendidikan Formal Narapidana Anak di LPKA Klas I Palembang), dari Dinas Pendidikan, Pemerintah Kota Palembang; Berdaya Srikandi Oleh Srikandi, dari Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kota Parepare ;Pelayanan Kunjungan Rumah Cageur Jasa, dari Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang.

Pemburu Ibu Hamil Risiko Tinggi, dari Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PanganKu, dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo.

“Saya berharap semua inovasi pelayanan publik Indonesia untuk UNPSA 2021 ini dapat memanfaatkan proses bimbingan ini dengan sebaik-baiknya, karena waktunya sangat singkat, mengingat harus sudah submit proposal paling lambat tanggal 18 November 2020,” kata Diah.

Diah menerangkan inovasi yang diikutsertakan dalam ajang tersebut harus memenuhi indikator penilaian yakni sesuai dengan _Sustainable Development Goals_/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs/TPB). Kementrian PANRB melalui unit Deputi Bidang Pelayanan Publik memberikan pendampingan dan bimbingan penyusunan proposal kepada kedua belas inovasi pelayanan publik agar inovasi-inovasi yang akan diajukan dapat menyesuaikan indikator penilaian dalam UNPSA 2021.

UNPSA merupakan penghargaan internasional paling prestisius dalam bidang pelayanan publik yang diselenggarakan PBB. Beberapa kali, Indonesia berhasil menorehkan prestasi pada ajang itu pada 2014, 2015, 2018, dan 2019. Inovasi tersebut antara lain Layanan Kesehatan Ibu Melahirkan dengan Bantuan Tenaga Kesehatan Tradisional (Dukun Beranak) bekerja sama dengan Tenaga Medis dari Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh; Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) - One Stop Service Penanggulangan Kemiskinan, dari Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah; Pemberantasan Malaria melalui Sistem EDAT (Early Diagnosis and Treatment) dari Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat; serta PetaBencana.id dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Terbukti Masuk Kelompok LGBT, Brigjen Pol EP Disanksi Penundaan Kenaikan Pangkat

Kepala Distanpangan Kulonprogo, Aris Nugroho,saat dikonfirmasi membenarkan bahwa PanganKu akan diikutsertakan dalam ajang internasional. Oleh karena itu pihaknya bersyukur dan berharap dapat meraih yang terbaik di ajang tersebut.

“Tentu kita bersyukur menjadi salah satu inovasi yang ditunjuk untuk mewakili Indonesia di kompetisi tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh PBB. Hal ini tentu dengan perjuangan panjang melalui tahapan-tahapan seleksi mulai dari meraih top 99, top 35, best of the best 15 hingga akhirnya best of the best 5,” ujarnya.

PanganKu sendiri merupakan merupakan pengembangan program Mengganti Raskin menjadi Rasda yang berjalan efektif sejak April 2014 sampai dengan Juli 2018 dengan skema penyaluran Rasda dari Gapoktan kepada penerima melalui Bulog.

Dengan adanya perubahan kebijakan Pemerintah dari Raskin menjadi BPNT, maka pada Agustus 2018 dilakukan launching Program BPNT dan sekaligus launching Inovasi PanganKu. Sejak saat itu penyaluran beras dilaksanakan oleh Gapoktan, sedangkan penyaluran telur ayam oleh Kelompok Ternak melalui e-Warung bagi 49.184 Keluarga Penerima Manfaat.

Sayur dan Buah

Selanjutnya dengan adanya Program Bantuan Sembako mulai Januari 2020, kini telah ditambah penyaluran sayur dan buah oleh Kelompok Wanita Tani, penyaluran ikan oleh Pokdakan, dan penyaluran tempe tahu oleh Kelompok Pengrajin melalui e-Warung.

"Sedangkan untuk BPNT APBD mulai tahun 2020 juga disalurkan beras, ikan lele, telur, gula kelapa, dan minyak goreng melibatkan kelompok diatas melalui e-Warung bagi 4.680 KPM," jelas Aris.

Dia mengatakan Inovasi PanganKu dalam penyaluran beras melibatkan 210 tenaga kerja di Gapoktan, dan tidak kurang dari 20.000 petani. Sedangkan penyaluran sayur buah melibatkan 187 KWT dengan anggotanya sebanyak 5.610 orang, penyaluran telur oleh 34 Kelompok Peternak Ayam dan 15 KWT yang anggotanya tidak kurang dari 1.130 orang dan e-warung sebanyak 1.330 orang sehingga total 28.320 orang.

"Melalui program ini kita juga menggerakkan ekonomi lokal dengan peningkatan peredaran uang di masyarakat dari Rp.40,66 milyar pada 2017, diprediksi menjadi Rp.127,52 milyar hingga Desember 2020 atau mengalami kenaikan sebesar 314% dibanding Program Rasda," terangnya.