Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Bantul Pasang Target Partisipasi Tinggi

Ilustrasi. - Freepik
23 Oktober 2020 12:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul memasang target partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Bantul 2020 ini sebesar 82%. Target ini lebih tinggi dibanding kabupaten lainnya bahkan lebih tinggi dari target nasional sebesar 77,5%.

“Target 82 persen ini mungkin cukup tinggi ya meski di tengah pandemi, tapi kami optimistis bisa tercapai karena data daftar pemilih tetap [DPT] kami cukup valid dan sosialisasi juga masif,” kata Komisioner KPU Bantul Divisi Sosialisasi, Patisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan SDM, Musnif Istiqomah, saat dihubungi Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Ini Topik yang Akan Diangkat dalam Debat Antar Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bantul

Musnif mengatakan target partisipasi pemilih dalam pilada 2020 ini juga lebih tinggi dibanding capaian partisipasi dalam Pilkada Bantul 2015, yakni 75,27% dengan total DPT 695.855 jiwa. DPT tersebut termasuk daftar pemilih tambahan (DPTb).

Musnif optimistis target 82% dapat terpenuhi dengan berkaca pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan calon legislatif (pileg) 2019 yang cukup tinggi, yakni 87,9% pada pilpres dan 91% pada pileg dengan total DPT 707.009 jiwa.

Sementara DPT dalam pilkada 2020 ini yang sudah ditetapkan sebanyak 704.688 jiwa yang terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak laki laki 345.582 jiwa dan perempuan 359.106 jiwa. Jumlah pemilih ini berkurang dibanding pilpres dan pileg 2019. “Data DPT Pilkada 2020 ini lebih valid dari data ganda. Menurun dibanding 2019 karena ada yang meninggal dunia dan ada yang pindah penduduk,” papar Musnif.

Sosialisasi

Lebih lanjut Musnif mengatakan berbagai cara sudah dilakukan untuk mencapai target partisipasi pemilih, di antaranya dengan memasifkan sosialisasi tanpa tatap muka karena kondisi pandemi. Dalam proses sosialisai KPU mendayagunakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Bahkan sampai pemangku wilayah dari camat, kepala desa, kepala dusun, hingga ketua RT yang terpencar di 17 kecamatan, 75 desadan 933 dusun.

Baca juga: Diduga sakit, Pria Ditemukan Tewas di Penginapan di Kawasan Parangtritis

KPU juga sudah membentuk grup percakapan aplikasi Whatsapp melalui PPK, PPS, KPPS, hingga ketua RT. Ia mengklaim sosialisasi lewat Whatsap grup lebih efektif di tengah pandemi ini apalagi jumlah KPPS sebanyak 14.595 orang di 2.085 tempat pemungutan suara (TPS) ditambah lagi kepala dusun dan ketua RT sampai kepala desa dan camat.

“Kami terhubung secara berjenjang dalam grup. Keterhubungan itu akan digunakan menyampaikan informasi tahapan termasuk di antaranya kegiatan pungut hitung,” kata Musnif.

Selain sosialisasi melalui grup Whatsapp dan berbagai media sosial, KPU juga melakukan sosialisasi kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati melalui leaflet, rontek, dan baliho. “Media sosial kami juga cukup aktif dan banyak respon dari masyarakat,” kata dia.

Musnif meyakini pilkada Bantul 2020 ini banyak warga Bantul yang menggunakan hak suaranya meski dalam kondisi pandemi dan di tengah isu penundaan pilkada. Pihaknya juga sudah menjamin tiap tahapan pilkada sampai masa pungut hitung dilakukan dengan protokol kesehatan.