Polda DIY Dorong Kader PMII Berjiwa Wirausaha Lewat Budidaya Lele

Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Anjar Gunadi didampingi Kasubdit V Ditintelkam Polda DIY AKBP Moch Nawawi menebarkan bibit ikan Lele ke dalam kolam, Jumat (23/10/2020). - Ist/Polda DIY.
23 Oktober 2020 22:57 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Polri melalui Polda DIY memberikan bantuan empat kolam lele dan sepuluh paket aeroponik kepada Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia (PC PMII) DIY, di Dukuh Kopatan, Desa Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, DIY, Jumat (23/10/2020). Kepolisian mendorong agar PMII bisa menumbuhkan jiwa wirausaha melalui budidaya lele dan pemanfaatan aeroponik tersebut.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda DIY Kombes Pol Anjar Gunadi menjelaskan paket bantuan dari Polri itu diharapkan bisa menjadi wadah bagi kader PMII DIY untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Apalagi di masa pandemi saat ini, semangat peningkatan ketahanan pangan bagi semua pihak sangat dibutuhkan.

BACA JUGA : Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polda DIY Salurkan 1.200

Ia berharap program itu bisa menjadi embrio untuk menciptakan untuk ketahanan pangan saat pandemi Covid-19. Selain kolam berikut bibit lele, pihaknya juga memberikan bibit ikan Nila yang ditebar di kolam tanah terpisah. Sedangkan untuk aeroponiknya ada berbagai jenis sayuran seperti selada, sawi, cabe paprika dan brokoli. Ia menambahkan kolam berbahan terpal itu diperkirakan bisa tahan sampai tujuh tahun. Sedangkan lele dipilih karena mudah dan cepat panen, tahan penyakit, dan mudah pemasarannya.

“Ini merupakan kolaborasi antara Polda DIY dengan PC PMII DIY untuk menciptakan ketahanan pangan dan ketangguhan ekonomi karena pandemi Covid-19 dampaknya memang sangat terasa oleh masyarakat,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (23/10/2020).

Ketua Pengurus Cabang PMII DIY Yanju Sahara mengapresiasi Polda DIY yang memiliki kepedulian dalam mensukseskan program ketahanan pangan. Pihaknya sepakat mahasiswa harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Keberadaan kolam lele dan aeroponik yang diserahkan pengelolaannya kepada PMII DIY akan menjadi salah satu jenis usaha yang dikembangkan ke depan. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan membuka jenis usaha lain melalui kemitraan.

BACA JUGA : Polda DIY Bongkar Kasus Prostitusi Online, Pekerja Seks

“Ini wujud nyata kepedulian Polda DIY dalam memberikan pelayanan sinergi yang solid bersama masyarakat untuk menghadapi pandemi Covid-19. Semoga bantuan program ini bisa menjadi tambahan penghasilan dan membangkitkan kembali semangat mahasiswa PMII DIY yang terdampak pandemi,” katanya.

Yanju juga mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun untuk mencegah penularan Covid-19. “Termasuk bagaimana kita menangkal maraknya berita hoaks di medsos harus kita cegah. Selain itu munculnya kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Pertanian Pangan Dan Perikanan (DPPP) Sleman Sunu Bejo Sihono mengapresiasi adanya bantuan kolam lele yang berada di wilayahnya tersebut. Program itu diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi termasuk kepada warga sekitar. “Program budidaya ini seperti ini sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Anjar Gunadi menyatakan untuk mengantisipasi krisis pangan pihaknya memiliki program ketahanan pangan masyarakat melalui pembagian sembako dan pemberdayaan kepada masyarakat yang terdampak langsung. Saat ini Polda DIY sudah memberikan bantuan 100 ton beras, 50 kolam lele, dan 200 ember budidaya lele untuk rumah tangga.

BACA JUGA : Canthelan Bantu Jaga Ketahanan Pangan Sleman

“Sampai dengan Oktober 2020, sudah ada 89 KTN [kampung Tangguh nusantara] se-DIY. KTN mengusung lima ketangguhan, yakni tangguh kesehatan, tangguh kamtibmas, tangguh ekonomi, tangguh Pendidikan dan tangguh informasi,” katanya.