Barantin Kerahkan Satgas 24 Jam Awasi Hewan Kurban
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi bahwa badai tropis yang berdampak pada peningkatan curah hujan musim 2020/2021 berpotensi terbentuk di laut selatan Jawa atau wilayah pantai selatan DIY.
"Pada musim hujan tahun 2020/2021, kalau kita perhatikan ada potensi terbentuk badai tropis di samudera Hindia dan laut selatan Jawa," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas di Kabupaten Bantul, Sabtu (24/10/2020) seperti dikutip dari Antara--jaringan Harianjogja.com.
Ia berharap badai tropis tersebut tidak dekat sekali dengan pesisir di laut selatan Jawa, sehingga tidak mengakibatkan dampak curah hujan yang signifikan dalam beberapa hari hingga berakibat banjir.
"Dengan adanya badai tropis tentu juga akan menaikkan tinggi gelombang, jadi perlu diwaspadai jika ada badai tropis di laut selatan Jawa ini berpotensi terjadi gelombang tinggi, curah hujan tinggi dan juga disertai angin kencang," katanya.
Dia mengatakan yang harus diantisipasi pada musim hujan 2020/2021 adalah dampak fenomena La Nina, yaitu curah hujan yang meningkat antara 20 hingga 40 persen dari kondisi normal, yang pada tahun 2017 juga ada fenomena La Nina dan diperparah dengan badai cempaka di perairan selatan Jawa yang hampir mendekati pesisir.
"Musim sekarang terjadi La Nina moderat sedang, karena suhu muka laut sekitar ekuator sudah minus 1,02, dari segi La Nina memang lebih tinggi sekarang, tetapi tahun 2017 itu diperparah adanya badai cempaka yang posisinya dekat dengan laut Jawa," katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap jika ada badai tropis tidak dekat dengan pesisir laut Jawa, sehingga walaupun La Nina sekarang lebih tinggi daripada 2017, badai tropis tidak dekat dengan pesisir Jawa tentu dampaknya tidak sesignifikan 2017, yang mana curah hujan 200 milimeter (mm) tercurah dalam satu hari.
"Kami berharap, jika ada penambahan intensitas hujan 20 hingga 40 persen dari normal tidak tercurah dalam satu hari, tapi tujuh atau delapan hari, sehingga terbagi-bagi, karena kalau satu hari lebih dari 50 mm sudah ekstrem, apalagi 200 mm dalam satu hari, sangat-sangat ekstrem," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.