ISI Gelar Seminar Seni di Masa Pandemi

Ilustrasi kegiatan seni. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
25 Oktober 2020 15:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menggelar seminar tentang masa depan seni di tengah pandemi Covid-19 pada Senin-Selasa (26-27/10) secara daring.

Pembantu Dekan Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta, Pamungkas Wahyu Setyanto mengatakan seminar yang akan dimulai pukul 09.00 WIB secara daring merupakan arena dialektika yang mengundang akademisi, peneliti, senima, praktisi seni, pegiat seni, dan pemerhati seni untuk bergabung dan mempresentasikan hasil kajian dari buah pikir serta ciptanya.

“Adapun cakupan bahasan dalam seminar ini meliputi seni, media, film, televisi, fotografi, animasi dan media baru digital teknologi,” kata Pamungkas, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (25/10/2020) lalu.

Pamungkas mengatakan Seni adalah salah satu yang sama terpukulnya dengan industri lain dalam menghadapi pandemi. Beragam geliat modifikasi seni di masa pandemi pun gencar dilakukan. Perpindahan media pertemuan di kegiatan kesenian memang tidak bisa menggantikan intraksi dan pengalaman konvensional panggung.

Namun, ruang pameran, ruang pemutaran, dan pertemuan ini lebur dalam sebuah ruang virtual, menghapus sekat dan jarak, menjadikan seni lebih inklusif. Akan tetapi perlu dipertanyakan juga bagaimana seni tetap relavan di tengah pandemi ini?

Bagaimana seni dapat menjadi medan di masa pandemi? Bagaimana bentuk yang paling ideal dari seni yang terkonversi? Bagaimana ekosistem seni bertahan? Sejauh mana media digital dan teknlogi berperan dalam situasi seperti ini? siapa saja yang terlibat dalam seni saat seperti ini? apakah harus dieliminasi ata malah diversifikasi para pekerja seni?

“Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan dibahas dalam seminar virtua yang diberi tajuk Seni dan Media di Masa Pandemi Covid-19,” kata Pamungkas.*