Libur Panjang, Objek Wisata di Sleman Siap Terapkan Protokol Kesehatan

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara
26 Oktober 2020 09:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Menghadapi libur panjang yang tiba pekan ini, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan pengelola destinasi wisata selain protokol kesehatan. Bagi pelaku wisata di Sleman, protokol kesehatan wisata menjadi penting dibandingkan lainnya.

Salah seorang pengelola Wisata Bukit Klangon Gunawan mengatakan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menyambut wisatawan pada libur panjang akhir pekan ini. Pihaknya lebih mementingkan penerapan prokes untuk mencegah penyebaran virus Corona. "Tidak ada persiapan khusus, semua berjalan seperti hari libur biasanya. Prokes tetap diterapkan," kata Gunawan kepada Harianjogja.com, Minggu (25/10/2020).

Prokes yang dimaksud yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Prokes ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Relawan Beri Edukasi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Ia juga tidak mau berandai-andai dengan jumlah wisatawan yang akan datang. Yang jelas katanya, pengelola Bukit Klangon akan melayani wisatawan sesuai prokes. "Saat ini kami juga menyiapkan spot baru untuk selfie, ada taman strowberry di bagiaj bawah selatan musholla," ujarnya.

Berbeda dengannya, pengelola obyek wisata Tebing Breksi, Kholiq Widianto mengatakan untuk menyambut wisatawan di libur akhir pekan ini pihaknya akan menambah jumlah petugas di destinasi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penambahan jumlah wisatawan yang datang. "Terutama di area utama, tiket dan spot favorit wisatawan. Jadi petugas di beberapa titik akan kami tambah," katanya.

Pihaknya menegaskan tetap menerapkan prokes untuk pencegahan penularan Covid-19. Setiap wisatawan yang datang wajib dicek suhunya, wajib bermasker dan menjaga jarak. Petugas juga akan mendata wisatawan dengan aplikasi Visiting Jogja untuk tracking dan tracing-nya. "Kalau ada suhunya melebihi 37 derajat celcius, maka kami arahkan untuk beristirahat di tempat transit selama kurang lebih 30 menit," katanya.

Baca juga: Pengunjung Kawasan Pantai Masih Ada yang Belum Tertib

Kholiq mengatakan selama pandemi ini kunjungan wisata di Tebing Breksi dibatasi hanya 60% dari jumlah normal. Adapun rata-rata kunjungan wisatawan pada hari biasa 500 orang dan akhir pekan antara 2.000-3.000 orang. "Untuk itu, pada long weekend pekan ini kami tetap minta para pengelola untuk meningkatkan penerapan prokes," kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan untuk menciptakan destinasi dan layanan pariwisata yang aman dari Covid-19 dibutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan dan masyarakat. Tak terkecuali para pengelola destinasi pariwisata dan wisatawan yang berkunjung di Sleman. "Terlebih saat long weekend pekan depan mulai 28 Oktober-1 November. Sudah pasti destinasi-destinasi wisata di Sleman akan dibanjiri wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah," katanya.

Untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 destinasi wisata, kata Ningsih, seluruh pengelola usaha jasa pariwisata harus benar-benar tegas dalam penerapan Cita Mas Jajar (cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak). Selain itu, pastikan setiap pengunjung dicek suhu badan sebelum masuk area destinasi. Suhu 37,3 derajat Celsius menjadi batas atas sesuai protokol kesehatan.

"Jumlah pengunjung di dalam area destinasi wisata juga harus dibatasi sesuai ketentuan maksimal 50 orang secara bergiliran," katanya.

Dijelaskan Ningsih, Satgas Covid-19 Sleman sudah mengeluarkan rekomendasi terhadap 16 destinasi pariwisata dan 108 usaha jasa pariwisata dari total 177 pemohon. Sementara masih ada 53 usaha jasa pariwisata dan destinasi yang masih dalam proses verifikasi. Dari 124 rekomendasi telah dilakukan pemantauan atau monitoring secara acak. Pantauan pada 39 pemegang rekomendasi, secara keseluruhan telah melaksanakan protokol kesehatan secara konsisten.