Baru Selesai Diperbaiki, Talut Jembatan Kenet di Bantul Ambrol Lagi

Talut Jembatan Kenet di Dusun Siluk I, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, yang ambrol seperti terlihat, Selasa (27/10/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
28 Oktober 2020 00:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Ancaman bencana benar-benar di depan mata. Hujan lebat yang mulai mengguyur, membuat talut Jembatan Kenet, Dusun Siluk I, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, jebol, Selasa (27/10/2020) dini hari. Padahal, jembatan yang melintang di atas anak Sungai Oya tersebut baru selesai diperbaiki pada September dan masih dalam masa pemeliharaan.

Kasi Pelayanan Desa Selopamioro, Danang Kumoro Jati, mengatakan talut Jembatan Kenet ambrol sekitar pukul 01.00 WIB saat hujan deras turun. “Talut ambrol cukup lebar dan membahayakan pengendara kendaraan yang melintas,” kata Danang, Selasa.

BACA JUGA: Enaknya Rute Baru Trans Jogja: Bayar Nontunai, 10 Menit Sekali Bus Datang

Pemdes Selopamioro telah melaporkan kejadian tersebut ke Pemda DIY. Untuk menghindari kecelakaan, satu lajur di jembatan tersebut, yakni yang mengarah ke Panggang, Gunungkidul, untuk sementara ditutup. Untuk lajur ke arah Imogiri tetap difungsikan karena jembatan tersebut sangat vital sebagai akses utama warga. “Harapannya segera diperbaiki,” ujar Danang.

Pada Februari 2020, talut Jembatan Kenet ambrol. Titik kerusakan yang terjadi sama persis dengan kerusakan yang terjadi saat ini. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY kemudian memperbaikinya melalui pihak ketiga pada Agustus dan selesai pada September, dan sampai saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Hal itu terlihat dari papan informasi proyek yang dimulai 14 Agustus 2020 dan masa pemeliharaan selama 180 hari. Anggaran perbaikan talut tersebut sebesar Rp215,5 juta.

BACA JUGA: Upah Pekerja Tak Naik Tahun Depan, Serikat Buruh Jogja Tolak SE Menaker

Staf Bidang Bina Marga DPUPESDM DIY, Dasroni, mengatakan perbaikan jembatan yang sudah selesai sebulan lalu masih dalam masa pemeliharaan pihak rekanan. Jajarannya akan meminta rekanan untuk memperbaiki talut agar tidak membahayakan warga.

Menurut Dasroni, keberadaan jembatan tersebut sudah tua dan melebihi batas pemanfaatan. DPUPESDM berencana membangun jembatan permanen di atas anak Sungai Oyo tersebut. “Tahun depan direncanakan dibangun jembatan permanen dengan anggaran Rp9 miliar,” kata Dasroni. DPUPEDSM DIY bersama rekanan bakal menghitung tingkat kerusakan talut dan penyangga jembatan agar tetap bisa dilintasi.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryono, mengatakan talut jembatan tersebut rawan ambrol kembali jika tidak segera diperbaiki karena curah hujan di Bantul saat ini cukup tinggi dan aliran air sungai juga cukup deras. Sejauh ini, sejak turun hujan beberapa hari terakhir baru satu jembatan yang terimbas dampak hujan. “Kerusakan infrastruktur lainnya tidak ada,” kata Dwi.