Pertama di Indonesia, Embarkasi Haji DIY Akan Berbasis Hotel
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Talut Jembatan Kenet di Dusun Siluk I, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, yang ambrol seperti terlihat, Selasa (27/10/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Ancaman bencana benar-benar di depan mata. Hujan lebat yang mulai mengguyur, membuat talut Jembatan Kenet, Dusun Siluk I, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, jebol, Selasa (27/10/2020) dini hari. Padahal, jembatan yang melintang di atas anak Sungai Oya tersebut baru selesai diperbaiki pada September dan masih dalam masa pemeliharaan.
Kasi Pelayanan Desa Selopamioro, Danang Kumoro Jati, mengatakan talut Jembatan Kenet ambrol sekitar pukul 01.00 WIB saat hujan deras turun. “Talut ambrol cukup lebar dan membahayakan pengendara kendaraan yang melintas,” kata Danang, Selasa.
BACA JUGA: Enaknya Rute Baru Trans Jogja: Bayar Nontunai, 10 Menit Sekali Bus Datang
Pemdes Selopamioro telah melaporkan kejadian tersebut ke Pemda DIY. Untuk menghindari kecelakaan, satu lajur di jembatan tersebut, yakni yang mengarah ke Panggang, Gunungkidul, untuk sementara ditutup. Untuk lajur ke arah Imogiri tetap difungsikan karena jembatan tersebut sangat vital sebagai akses utama warga. “Harapannya segera diperbaiki,” ujar Danang.
Pada Februari 2020, talut Jembatan Kenet ambrol. Titik kerusakan yang terjadi sama persis dengan kerusakan yang terjadi saat ini. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY kemudian memperbaikinya melalui pihak ketiga pada Agustus dan selesai pada September, dan sampai saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Hal itu terlihat dari papan informasi proyek yang dimulai 14 Agustus 2020 dan masa pemeliharaan selama 180 hari. Anggaran perbaikan talut tersebut sebesar Rp215,5 juta.
BACA JUGA: Upah Pekerja Tak Naik Tahun Depan, Serikat Buruh Jogja Tolak SE Menaker
Staf Bidang Bina Marga DPUPESDM DIY, Dasroni, mengatakan perbaikan jembatan yang sudah selesai sebulan lalu masih dalam masa pemeliharaan pihak rekanan. Jajarannya akan meminta rekanan untuk memperbaiki talut agar tidak membahayakan warga.
Menurut Dasroni, keberadaan jembatan tersebut sudah tua dan melebihi batas pemanfaatan. DPUPESDM berencana membangun jembatan permanen di atas anak Sungai Oyo tersebut. “Tahun depan direncanakan dibangun jembatan permanen dengan anggaran Rp9 miliar,” kata Dasroni. DPUPEDSM DIY bersama rekanan bakal menghitung tingkat kerusakan talut dan penyangga jembatan agar tetap bisa dilintasi.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryono, mengatakan talut jembatan tersebut rawan ambrol kembali jika tidak segera diperbaiki karena curah hujan di Bantul saat ini cukup tinggi dan aliran air sungai juga cukup deras. Sejauh ini, sejak turun hujan beberapa hari terakhir baru satu jembatan yang terimbas dampak hujan. “Kerusakan infrastruktur lainnya tidak ada,” kata Dwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
WHO menyebut Ebola Bundibugyo memiliki tingkat kematian hingga 50 persen. Wabah di Kongo dan Uganda berpotensi terus meningkat.
BMKG mendeteksi Siklon Tropis Jangmi yang picu hujan lebat dan angin kencang di Indonesia. Simak wilayah terdampak terbaru.
Temuan cacing hati pada hewan kurban di Bantul capai 493 kasus. DKPP pastikan daging tetap aman dikonsumsi masyarakat.
SIM keliling Jogja 30 Mei 2026 hadir di Alun-Alun Kidul, drive thru, dan layanan malam. Cek jadwal dan syaratnya.
Pemadaman listrik Gunungkidul 30 Mei 2026 terjadi pukul 10.00–13.00 WIB. Cek wilayah terdampak dan jadwal lengkap PLN.