Bangkai Lumba-Lumba Terdampar di Pantai Sundak Gunungkidul

Kondisi bangkai lumba-lumba yang terdampar di Pantai Sundak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Kamis (29/10/2020). - ist
29 Oktober 2020 11:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Bangkai ikan lumba-lumba ditemukan terdampar di Pantai Sundak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Kamis (29/10/2020).

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan bangkai tersebut pertama kali ditemukan oleh anggota SAR ketika berpatroli di kawasan Pantai Sundak sekitar pukul 05.30 WIB. Anggota bernama Ririn Saputro itu dikagetkan dengan adanya ikan lumba-lumba yang terombang ambing di bibir pantai. Saat dicek ikan tersebut ternyata sudah dalam kondisi mati.

“Kurang lebih pada jam 05:30 WIB, anggota Sar Pantai Sundak melakukan patroli di tepi pantai dan melihat benda mengapung di perairan. Setelah didekati ternyata seekor bangkai lumba lumba yang sudah mati dan mengapung. Anggota SAR langsung mengevakuasi bangkai tersebut ke darat,” kata Marjono saat dikonfirmasi Harian Jogja, Kamis siang.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di Jogja yang Meninggal Dunia Tembus 90 Orang

Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan tim SAR, diketahui panjang bangkai ikan itu sekitar 2,5 meter dengan bobot diperkirakan mencapai 3 kuintal. Terhadap ikan tersebut, tim dibantu warga setempat langsung melakukan penguburan karena bangkai sudah mengeluarkan aroma tidak sedap. “Setelah dievakuasi, langsung kami kubur karena sudah mengeluarka bau menyengat,” terang Marjono.

SAR Satlinmas Wilayah II DIY belum mengetahui penyebab pasti kematian ikan tersebut. Kendati begitu, ada dugaan lumba-lumba tersebut mati karena tersangkut jaring nelayan. “Mungkin kena jaring nelayan, soalnya jika dikaitkan dengan ombak, saat kondisi kondisinya cenderung landai meski ada kenaikan sedikit,” ujarnya.