Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata pada libur panjang akhir pekan ini naik 100%. Peningkatan kunjungan wisatawan ini sudah terasa sejak Rabu (28/10/2020).
Pengelola obyek wisata Tebing Breksi, Kholiq Widianto mengatakan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke lokasi ini naik 100%. Dari sebelumnya sekitar 500 orang per hari menjadi 1.000 orang perhari. Trafik kenaikan kunjungan tersebut diprediksi terus terjadi hingga Minggu (1/11/2020). "Untuk wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari DIY tetapi juga dari luar DIY," katanya kepada HarianJogja.com, Kamis (29/10/2020).
Menyambut peningkatan kunjungan wisatawan tersebut, kata Khaliq, pihaknya menambah jumlah petugas pengawas lapangan untuk penerapan protokol kesehatan. Jika di bagian atas tebing sebelumnya hanya ada empat pengawas, ditambah menjadi tujuh hingga delapan pengawas sementara di bawah tebing jika sebelumnya delapan pengawas ditambah menjadi 12 orang pengawas. "Kami tidak merekrut petugas baru, hanya menggeser tugas sebelumnya. Kalau sebelumnya jadi bersih-bersih sekarang ikut mengawasi penerapan prokes," katanya.
Pihaknya menegaskan tetap menerapkan prokes untuk pencegahan penularan Covid-19. Setiap wisatawan yang datang wajib dicek suhunya, wajib bermasker dan menjaga jarak. Petugas juga akan mendata wisatawan dengan aplikasi Visiting Jogja untuk tracking dan tracingnya. "Kalau ada suhunya melebihi 37 derajat celcius, maka kami arahkan untuk beristirahat di tempat transit selama kurang lebih 30 menit," katanya.
Kholiq mengatakan selama pandemi ini kunjungan wisata di Tebing Breksi dibatasi hanya 60% dari jumlah normal. Adapun rata-rata kunjungan wisatawan pada hari biasa 500 orang dan akhir pekan antara 2.000-3.000 orang. "Untuk itu, pada longweekend pekan ini kami tetap minta para pengelola untuk meningkatkan penerapan prokes," kata dia.
Terpisah, Pengelola Objek Wisata Kaliadem Sriyono mengatan ada peningkatan jumlah wisatawan pada Kamis (29/10/2020) dibandingkan Rabu (28/10/2020). Kenaikannya bahkan di atas 100%. Wisata Kaliadem, katanya, masih menjadi salah satu objek wiasata favorit para wisatawan. "Kalau sebelumnya hanya 800 an wisatawan saat ini jumlah pengunjung naik menjadi 1.800an orang," katanya.
Sama halnya dengan Tebing Beksi, Sriyono mengaku jika pengelola wisata juga menerapkan protokol kesehatan. Setiap wisatawan yang masuk wajib menggunakan masker dan diperiksa suhu tubuhnya. "Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari DIY tetapi banyak juga yang dari luar DIY. Kami tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.