Dies Natalis ke-58 UKDW Jogja Digelar Secara Daring

Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D, selaku Rektor UKDW saat menyampaikan laporan perkembangan UKDW dalam kurun waktu 1 November 2019 hingga 31 Oktober 2020. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
31 Oktober 2020 15:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja menapaki usia yang ke-58 pada tahun 2020. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, peringatan dies natalis dilaksanakan secara sederhana dengan konsep daring dan mengusung tema “Melibatkan Diri dalam Pemulihan Keutuhan Ciptaan”.

Dalam Upacara Dies Natalis ke-58 Duta Wacana, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D, selaku Rektor UKDW menyampaikan laporan perkembangan UKDW dalam kurun waktu 1 November 2019 hingga 31 Oktober 2020.

"Total mahasiswa baru yang diterima pada tahun 2020 ini adalah sebanyak 1.007 orang yang terdiri dari 839 mahasiswa program sarjana, 96 mahasiswa program profesi dokter, dan 72 mahasiswa program pascasarjana," ujar Henry saat dikonfirmasi pada Sabtu (31/10/2020).

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, masih banyak orang yang ingin melanjutkan kuliah di UKDW. "Meskipun, mengalami penurunan jumlah penerimaan mahasiswa sekitar 8-10 persen dari tahun lalu, kita harus tetap bersyukur atas penyertaan Tuhan di tengah pandemi ini,” ungkap Rektor UKDW.

Henry menjelaskan bahwa semasa pandemi ini, UKDW telah siap menerapkan metode pembelajaran jarak jauh dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain itu UKDW juga memperoleh banyak hibah dari DIKTI untuk melakukan inovasi dalam pengembangan akademik.

“Di tengah pandemi ini, kegiatan-kegiatan tetap dilaksanakan secara daring seperti pelaksanaan wisuda, pelantikan dokter, webinar, conference, workshop, orientasi kehidupan akademika (OKA), dan kegiatan-kegiatan pengembangan softskill mahasiswa,” tuturnya.

Selain itu, kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa tetap dilaksakan secara daring dan luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. KKN alternatif sebagai adaptasi pandemi Covid-19 diikuti 618 mahasiswa dengan fokus pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, penerapan teknologi, dan karya inovatif.

"Selain itu juga dikemas dalam bentuk KKN Tematik Kota dengan tema Pemberdayaan Masyarakat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru dengan lokasi Kelurahan Pandeyan, Baciro, Klitren, Wirogunan," imbuhnya.

Di tengah pandemi ini, mahasiswa UKDW juga banyak menorehkan prestasi. Di antaranya, peringkat empat AWS DeepRacer Women’s League ASEAN, Juara 1 MEPandemic Competition, Juara 2 & Best Paper Lomba Esai Nasional Screen, Juara 2 Lomba Business Plan Edutainer Nusantara Fair, Juara Favorit Indonesia Footwear Creative Competition. "Dan Predikat 9 Karya TA Terbaik Nasional untuk mahasiswa Arsitektur UKDW,” terang Rektor.

Selanjutnya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap UKDW yang telah terakreditasi A secara institusi dari BAN PT.

Didi menyebutkan pandemi Covid-19 memaksa perguruan tinggi untuk melakukan adaptasi baru dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.

"Pandemi Covid-19 memaksa perguruan tinggi untuk bertransformasi dalam berbagai aspek, terlebih untuk mewujudkan program kampus merdeka belajar dan dalam menghadapi revolusi industry 4.0. UKDW diharapkan untuk terus memberikan inovasi dalam pelaksanaan Tri Dharma," pungkas Didi.

Terapi Plasma

Dalam peringatan Dies Natalis ini juga disampaikan orasi ilmiah oleh Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, Sp.An, KIC, M.Si. dengan judul "Terapi Plasma Konvalesen Harapan bagi Kesembuhan terhadap Corona".

Dalam orasinya ahli genetika dan biologi molekular Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha ini menyampaikan bahwa dengan dikembangkannya terapi plasma konvalesen pada pasien Covid-19 yang sembuh dapat meningkatkan harapan hidup bagi penderita Covid-19, memperpendek waktu perawatan, dan penyembuhan penderita Covid-19.

“Terapi plasma merupakan salah satu bentuk dari vaksinasi pasif yang diambil dari pasien sembuh Covid-19. Plasma yang dimiliki pasien sembuh ini mengandung kekebalan tubuh atau imunoglobulin yang cukup tinggi. Imunoglobulin yang kita berikan kepada pasien penderita Covid-19 dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakitnya,” tutur Monica.