Malioboro Akan Bebas Kendaraan: Rekayasa Lalu Lintas Berlawanan Jarum Jam, Ini Arah-arahnya

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 November 2020 14:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Uji coba Malioboro menjadi jalur pedestrian dan rekayasa lalu lintas di sekitarnya akan dimulai Selasa (3/11/2020) hingga dua pekan kedepan. Rekayasa lalu lintas di sekitar Malioboro berlaku 24 jam penuh dan menggunakan skema giratori atau berlawanan arah jarum jam.

Rekayasa tersebut meliputi, Jalan Mayor Suryotomo dan Jalan Mataram satu arah ke utara, Jalan Abu Bakar Ali dan Jalan Pasar Kembang satu arah ke barat, lalu Jalan Letjen Suprapto satu arah ke selatan. Adapun Jalan KH. Ahmad Dahlan dan Jalan P. Senopati masih berlaku dua arah, ke timur dan barat.

BACA JUGA: Sultan, Ganjar, & Anies Putuskan Naikkan Upah Minumum, Ini Daftar Lengkap UMP 2021 di Indonesia

Rekayasa juga diberlakukan di sekitar Jembatan Kleringan. Kendaraan, kecuali bus pariwisata, dari arah Tugu Jogja yang hendak menuju Jalan Pasar Kembang, saat sampai di simpang tiga Jalan Kleringan dapat langsung belok kanan. Ini berbeda dengan kondisi normal ketika lalu lintas dari arah ini harus lurus dan berputar melalui Jembatan Kleringan sisi timur.

Sementara, bus pariwisata dari arah Tugu Jogja yang hendak menuju Jalan Pasar Kembang atau parkir di TKP Abu Bakar Ali, saat sampai di Jalan Kleringan tetap harus lurus memutari jembatan Kleringan sisi timur dan gardu PLN. Kemudian lalu lintas dari arah Jalan Mataram yang hendak menuju Kotabaru melalui bukaan median di sebelah timur gardu PLN.

Sementara lalu lintas dari Kotabaru menuju Jalan Pasar Kembang tetap menggunakan jalur seperti biasa yakni lewat Jembatan Kleringan sisi timur dan melewati sebelah barat gardu PLN. Dalam rekayasa ini, ada perubahan posisi, penambahan dan pengurangan lampu apil. Lampu lalu lintas di sisi selatan TKP Abu Bakar Ali digeser sedikit ke timur hingga sebelah timur pintu masuk TKP ABA.

BACA JUGA: Protokol Kesehatan Tak Boleh Dilupakan Saat Liburan

Lampu lalu lintas di Jalan Kleringan dan Jalan Pasar Kembang dihilangkan, lampu sebelah selatan gardu PLN yang menghadap Jalan Mataram tetap dan ditambahkan satu lampu lagi di sebelah timur gardu PLN, menghadap ke jalan setelah Jembatan Kleringan sisi timur.

Pemda DIY tidak ada menambah kantong parkit, dan tetap menggunakan sejumlah kantong parkir yang sudah ada, seperti di TKP ABA, Ngabean, Pasar Sore dan Ramai Mall.

“Kalau mungkin dilihat dari sisi jumlah, tidak bisa memenuhi seluruh kapasitas yang diinginkan oleh masyarakat. Harapan kami kemudian adalah pemanfaatan angkutan umum, tidak hanya untuk warga Jogja saja tetapi untuk wisatawan,” kata Plt Kepala Dians Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti

Ia berharap dengan uji coba ini, Malioboro akhirnya menjadi kawasan pedestrian murni. Selama uji coba, jawatannya akan lakukan monitoring dan evaluasi. “Kami yakin, semua ada jalan keluarnya. Kita harus mendukung kondisi kota ini menjadi nyaman nyaman dan aman, apalagi Malioboro berada di sumbu filosofis, yang menjadi bagian dari kawasan world heritage,” katanya.