Update Corona DIY: Minggu 1 November, DIY Tambah 16 Kasus

Ilustrasi. - Freepik
01 November 2020 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 16 penambahan kasus positif pada Minggu (1/11/2020). Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 14 kasus. sementara 13 kasus dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja satu kasus, Kulonprogo satu kasus dan Sleman 14 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 514 sampel dari 506 orang,” ujarnya.

BACA JUGA : Update Corona DIY Hari Ini: Tambah 43 Pasien Baru, Total

Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif enam kasus, periksa mandiri empat kasus, skrining karyawan kesehatan dua kasus, perjalanan luar daerah tiga kasus dan kontak dengan orang dari luar daerah satu kasus.

Adapun kasus dinyatakan sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja tiga kasus, Bantul empat kasus, Kulonprogo tiga kasus dan Sleman tiga kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 3.851 kasus, dengan 3.160 kasus sembuh.

Selama long weekend, DIY menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisata. Untuk mengantisipasi penularan covid-19 dari aktivitas pariwisata, setelah long weekend Pemda DIY akan lakukan skrining pada para pelaku wisata.

BACA JUGA : Update Corona DIY: Positif Covid-19 Tambah 61 Kasus, 25 

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan fokus skrining yang selama ini fokus pada kelompok berpotensi tinggi, seperti tenaga kesehatan atau wilayah yang terdapat klaster penularan, akan dialihkan ke pelaku pariwisata. “Karena ada libur panjag, para pelaku wisata dan masyarakat di sekitar desestinasi, juga keluraga yang didatangi pemudik juga perlu diperhatikan,” katanya.

Kendati fokus dialihkan, jumalh sampel yang akan diambil akan tetap sama sesuai kapatisas laboratorium di DIY, yakni berkisar 700-900 per hari. Sampel dari pelaku wisata kata dia, bisa diambil dari jasa transportasi, kuliner, hotel dan lainnya.

“Sebagian besar [wisatawan] yang datang masih pakai masker, protokol kesehatan, namun di sisi lain juga ada yang mengabaikan. Hasil operasi Satpol PP jadi bagian dari data yang digunakan untuk pengambilan sampel. Kalau di tempat tertentu banyak yang abaikan prokes, jadi prioritas sampel,” ungkapnya.