Pantau Protokol Kesehatan, Personel Dinpar Gunungkidul Disebar di Objek Wisata

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara
01 November 2020 09:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Pariwisata Gunungkidul menerjunkan sejumlah personil untuk memantau penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata selama berlangsungnya libur cuti bersama pekan ini.

Kabid Industri Kelembagaan Dispar Gunungkidul Eli Martono mengatakan pemantauan ini menyasar seluruh destinasi wisata di Gunungkidul yang beroperasi selama libur cuti bersama. Melalui pemantaun ini pihaknya mengupayakan penerapan protokol kesehatan di objek wisata bisa diterapkan pengelola wsiata dan dipatuhi wisatawan sehingga tidak memunculkan kasus Covid-19 dari sektor wisata.

“Monitoring ini dilakukan dengan dukungan dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku wisata, hingga pelaku usaha. Kami ingin pastikan bahwa penerapan protokol kesehatan benar-benar dijalankan,” kata Eli, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Pakar Imunisasi: Bikin Vaksin Covid-19 Bukan Seperti Pisang Goreng

Kepala Seksi Objek dan Daya Tarik, Bidang Pengembangan Destinasi, Dispar Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan memasuki libur cuti bersama ini terjadi peningkatan jumlah kunjungan di seluruh destinasi wisata Gunungkidul. Berdasarkan laporan yang ada, pada Rabu (28/10) kemarin, terdapat sedikitnya 5 ribu pengunjung yang masuk ke wilayah pantai dan obyek lainnya.

“Sementara untuk Kamis sampai dengan siang ini ada sekitar 8.000 kunjungan. Jumlah tersebut tidak hanya di pantai tapi juga di kawasan lain dan dimungkinkan puncak kunjungan wisata besok akhir pekan," ujarnya.

Baca juga: Pusat Pengendalian Penyakit di AS Rilis 6 Gejala Baru Virus Covid-19, Ini Daftarnya

Dispar sendiri tidak memilik target yang muluk-muluk pada libur bersama pekan ini. Untuk pemasukkan hanya dipatok sekitar Rp 400 juta mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19. Fokus utama saat ini adalah bagaimana agar pariwisata di Gunungkidul tetap beroperasi sesuai protokol kesehatan.

Hal tersebut mengingat kasus Covid-19 di Gunungkidul belum menunjukkan trend penurunan. Yang ada justru mengalami kenaikkan setiap harinya. Gugus tugas setempat mencatat, sampai hari ini akumulasi penderita Covid-19 di Bumi Handayani sudah menembus 313 kasus, dengan rincian, 32 dalam perawatan, 268 sembuh dan 13 meninggal dunia.

Atas hal itu Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, menghimbau agar dalam penerapan protokol kesehatan lebih diperketat lagi. Masyarakat tidak boleh terlena saat membesuk orang, melayat ataupun sedang hajatan tanpa menerapkan protokol. "Jaga jarak, penggunaan masker, dan cuci tangan ini sangat penting. Dengan adanya kejadian selama ini tidak boleh lengah," ucapnya.