KPU Gunungkidul Siapkan Alat Bantu bagi Pemilih Berkebutuhan Khusus

Ilustrasi orang berkebutuhan khusus. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
01 November 2020 18:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul bakal memudahkan pemilih berkebutuhan khusus dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dengan menyediakan berbagai alat bantu. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan partisipasi pemilih berkebutuhan khusus pada pilkada mendatang.

"Ya berbagai kemudahan akan kami berikan supaya pemilih berkebutuhan khusus bisa memberikan hak suaranya," kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, Minggu (1/11/2020).

Ahmadi menjelaskan bagi pemilih tuna netra, pihaknya menyediakan template alat bantu coblos berupa surat suara braille di seluruh tempat pemungutan suara (TPS). Sedangkan pemilih yang mengalami keterbatasan fisik lain, seperti keterbelakangan mental atau faktor usia yang sudah lanjut dapat mengajukan permohonan pendamping ketika melakukan pemilihan.

"Pendamping yang ditunjuk diutamakan dari keluarga pemilih tersebut, dan keputusan siapa yang dipilih tetap hak dari pemilih itu sendiri," terang Ahmadi.

Dengan cara ini, KPU Gunungkidul berharap keikutsertaan pemilih berkebutuhan khusus dalam Pilkada tahun ini dapat meningkat. Setidaknya bisa lebih tinggi dari ajang pemilihan umum 2019 lalu yang mana pada waktu itu dari 2.494 disabilitas yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) hanya 0,412% yang menggunakan hak suaranya.

Ketua Forum Disabilitas Gunungkidul, Untung Subagyo mengatakan rendahnya partisipasi kelompok disabilitas dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Gunungkidul disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya kurangnya fasilitas pendukung pemilihan bagi kalangan tersebut di TPS, ketidakmampuan fisik untuk datang langsung ke lokasi pemilihan bagi penyandang disabilitas kategori berat serta minimnya informasi tentang calon pemimpin yang akan dipilih.

"Tak sedikit yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya karena bingung mau milih siapa, yang disebabkan minimnya informasi soal calon pemimpin," kata dia.

Persoalan seperti itu kata Subagyo sejatinya bisa dituntaskan dengan menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan hak pilih kepada seluruh penyandang disabilitas di Gunungkidul. Namun menurutnya, sosialisasi semacam itu selama ini belum menyasar seluruh penyandang disabilitas. Terutama yang tinggal di daerah pelosok.