Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi orang berkebutuhan khusus./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul bakal memudahkan pemilih berkebutuhan khusus dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dengan menyediakan berbagai alat bantu. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan partisipasi pemilih berkebutuhan khusus pada pilkada mendatang.
"Ya berbagai kemudahan akan kami berikan supaya pemilih berkebutuhan khusus bisa memberikan hak suaranya," kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, Minggu (1/11/2020).
Ahmadi menjelaskan bagi pemilih tuna netra, pihaknya menyediakan template alat bantu coblos berupa surat suara braille di seluruh tempat pemungutan suara (TPS). Sedangkan pemilih yang mengalami keterbatasan fisik lain, seperti keterbelakangan mental atau faktor usia yang sudah lanjut dapat mengajukan permohonan pendamping ketika melakukan pemilihan.
"Pendamping yang ditunjuk diutamakan dari keluarga pemilih tersebut, dan keputusan siapa yang dipilih tetap hak dari pemilih itu sendiri," terang Ahmadi.
Dengan cara ini, KPU Gunungkidul berharap keikutsertaan pemilih berkebutuhan khusus dalam Pilkada tahun ini dapat meningkat. Setidaknya bisa lebih tinggi dari ajang pemilihan umum 2019 lalu yang mana pada waktu itu dari 2.494 disabilitas yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) hanya 0,412% yang menggunakan hak suaranya.
Ketua Forum Disabilitas Gunungkidul, Untung Subagyo mengatakan rendahnya partisipasi kelompok disabilitas dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Gunungkidul disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya kurangnya fasilitas pendukung pemilihan bagi kalangan tersebut di TPS, ketidakmampuan fisik untuk datang langsung ke lokasi pemilihan bagi penyandang disabilitas kategori berat serta minimnya informasi tentang calon pemimpin yang akan dipilih.
"Tak sedikit yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya karena bingung mau milih siapa, yang disebabkan minimnya informasi soal calon pemimpin," kata dia.
Persoalan seperti itu kata Subagyo sejatinya bisa dituntaskan dengan menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan hak pilih kepada seluruh penyandang disabilitas di Gunungkidul. Namun menurutnya, sosialisasi semacam itu selama ini belum menyasar seluruh penyandang disabilitas. Terutama yang tinggal di daerah pelosok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.