Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia, Tantang Argentina
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN- Ketua Komunitas Siaga Merapi di Balai Kalurahan Glagaharjo, Rambat Wahyudi mengatakan skenario evakuasi warga jika status Merapi meningkat sudah disiapkan.
Bahkan jika evakuasi dilakukan dengan prokes juga siap dilaksanakan baik oleh warga maupun relawan. "Kami sudah siapkan barak dan lainnya termasuk kesiapsiagaan relawan. Masyarakat juga dihimbau untuk mempersiapkan diri terutama surat-surat berharga," ujar Rambat, Minggu (2/11/20200.
Dia menjelaskan untuk warga wilayah Glagaharjo terdapat beberapa titik barak yang disiapkan. Selain Balai Kalurahan, barak pengungsian yang disiapkan berada di SD Muhammadiyah Cepit, Barak Gayam dan Barak Sindumartani. "Barak juga kami upayakan dengan prokes. Cuma yang disiapkan saat ini baru fasilitas cuci tangan saja dan pengecekan kapasitas barak," kata Rambat.
Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Kegiatan Pariwisata Hingga Penambangan Berjalan Normal
Dia juga meminta perhatian khusus terkait jalur evakuasi di perbatasan antara Sleman dan Klaten. Menurutnya, jalur tersebut menjadi satu-satunya jalud evakuasi di perbatasan. Hanya saja, lebar jalan yang dimiliki tidak memadai jika digunakan baik oleh warga Sleman maupun Klaten.
"Kalau semuanya dievakuasi, jelas kondisi jalan tidak mamadai. Sebab jalan ini akan digunakan evakuasi warga di wilayah Balerante, Panggang dan Glagaharjo. Kalau semua mengungsi ke bawah jalan terlalu sempit karena semua warga turun akses evakuasi satu," ujarnya.
Carik Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, Tulus Budiwinarno mengatakan aktivitas masyarakat berjalan normal. Tidak ada perasaan panik yang muncul meskipun BPPTKG menjelaskan adanya peningkatan aktivitas di Merapi.
Baca juga: Penampilan Pamungkas di Prambanan Jazz Festival 2020 Dihentikan Gara-gara Hujan Lebat
"Tidak ada kepanikan di masyarakat. Biasa saja, semua berjalan normal. Masyarakat akan tetap mematuhi apa yang direkomendasikan oleh pemerintah," katanya.
Apalagi, katanya, review rencana kontijensi (Renckon) menghadapi bencana Merapi agar sesuai protokol kesehatan (prokes) sudah dilakukan. Hanya saja sampai saat ini masih belum dilakukan simulasi. Menurutnya, simulasi penanganan bencana sesuai protokol kesehatan perlu dilakukan agar masyarakat memahami dan tidak kebingungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
Pertamina Patra Niaga memberhentikan awak mobil tangki BBM yang viral merokok saat bertugas karena melanggar prosedur keselamatan HSSE.
Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul oleh BPBD dan kapanewon di sejumlah kalurahan.
Prabowo menyebut relief Ramayana di Candi Prambanan menjadi saksi kedekatan peradaban Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun.
Toyota kembali membuka pemesanan Land Cruiser 70 di Australia dengan mesin 2.800 cc yang kini memenuhi standar emisi Euro 6d.
Komdigi menegaskan media lokal harus menjaga kepercayaan publik, kredibilitas, dan mengembangkan jurnalisme positif di era digital.