Siaga, Kegempaan Merapi Terus Meningkat

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
07 November 2020 18:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas Gunung Merapi terus meningkat. Dalam laporan mingguannya, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengumumkan jumlah aktivitas kegempaan yang lebih tinggi dari pekan sebelumnya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menuturkan pada rentang 30 Oktober sampai 5 November, terjadi 139 kali gempa vulkanik dangkal, 1.663 kali gempa multifase, 9 kali gempa low frekuensi, 391 kali gempa guguran, 330 kali gempa hembusan dan sembilan kali gempa tektonik banyak.

“Lebih tinggi dibanding pekan lalu,” katanya, Sabtu (7/11/2020). Sebagai perbandingan, data pengamatan pada rentang 23-29 Oktober, terjadi 81 kali gempa vulkanik dangkal, 864 kali gempa multifase, 10 kali gempa low frekuensi, 376 kali gempa guguran, 286 kali gempa hembusan dan tujuh kali gempa tektonik.

Meski demikian, analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara pada 3 November 2020 dibanding 30 Oktober 2020 tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah. Perhitungan kubah lava pada hati yang sama yakni sebesar 200.000 meter persegi. Sejauh ini tidak teramati pula adanya material magma baru.

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan Electronic Distance Measurement (EDM) pada rentang pengamatan tersebut menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar sembilan cm per hari. Meski terjadi hujan, tidak dilaporkan adanya lahar atau penambahan aliran di sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Untuk laporan harian pada Sabtu (7/11), dari pengamatan pukul 00.00-12.00 WIB tercatat 22 kali gempa guguran, delapan kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frekuensi, 56 gempa multifase dan 10 kali gempa vulkanik dangkal.

Dari data tersebut, status aktivitas Gunung Merapi masih Siaga sejak Kamis (5/6) lalu. Aktivitas tambang dan wisata dilarang di kawasan rawan bencana (KRB) III. Pemerintah daerah di sekitar Gunung Merapi diminta untuk mempersiapkan segala keperluan mitigasi karena erupsi bisa terjadi setiap saat.