Coblosan Pilkada Bakal Gunakan Kotak Suara Karton

Ilustrasi. - Antara
10 November 2020 16:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI–KPU Gunungkidul mulai mempersiapkan logistik untuk keperluan pencoblosan pilkada yang berlangsung pada 9 Desember mendatang. Salah satunya persiapan dengan pengadaan kotak suara yang terbuat dari karton.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, sama seperti dalam pelaksanaan Pemilu di 2019, pelaksanaan pilkada juga menggunakan kotak suara yang terbuat dari karton. Menurut dia, proses lelang sudah ditangani oleh KPU Pusat dengan rekanan pemenang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. “Kotaknya sudah dikirim ke KPU,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (10/11/2020).

BACA JUGA : Debat Pilkada Gunungkidul Digelar Selasa, Paslon Dilarang

Disinggung mengenai penggunaan kotak suara karton, Hani mengakui bahwa putusan tersebut sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Pilkada yang diperkuat dalam PKPU dan Surat Edaran dari KPU RI. Untuk kotak hanya sekali pakai sehingga tidak ada biaya perawatan setelah penggunaan.

“Beda dengan kotak permanen seperti yang terbuat dari alumunium. Kotak dari karton dinilai lebih praktis karena tidak membutuhkan perawatan dan biaya sewa untuk penyimpanan setelah penyelenggaraan pemilihan,” katanya.

Menurut Hani, kotak suara yang dicetak sesuai dengan sebanyak jumlah TPS yang tersebar di 1.900 titik. Selain itu, kotak suara juga disedikan di setiap kapanewon dengan jumlah yang bervariasi dari limah sampai tujuh kotak. “Total kotak suara ada 2.026 unit,” ungkapnya.

BACA JUGA : Sah! Empat Paslon Resmi Bertarung di Pilkada Gunungkidul

Dia pun berharap proses pembuatan kotak suara ini berjalan dengan lancar sehingga pada akhir November barang sudah dapat dikirimkan ke Gunungkidul. Disinggung mengenai alokasi anggaran pencetakan kotak suara, Hani mengakui masih harus melakukan perhitungan karena angka masih bersifat global untuk kebutuhan logistik secara menyeluruh. “Kami rinci dahulu nanti akan kami sampaikan jumlahnya berapa,” katanya.

Ditambahkannya, selain proses pengadaan kotak surat, KPU juga mengurusi proses pencetakan surat suara. Selain itu, juga dilakukan pengadaan terhadap kebutuhan alat pencoblosan seperti alat coblos, bantalan hingga peralatan lainnya.

“Untuk kebutuhan alat coblos sudah tersedia, sedangka untuk logistik lain seperti kotak dan surat suara masih dalam proses pengadaan,” katanya.

Ketua Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap proses pencetakan logistik untuk pilkada. ia berharap semua dipersiapkan dengan mantang sehingga jumlahnya bisa sesuai kebutuhan sehingga tidak mengganggu jalannya pemilihan hingga proses rekapitulasi berakhir.

BACA JUGA : Debat Pilkada Gunungkidul, Bupati Badingah Pesan Begini 

Menurut dia, untuk saat ini bawaslu sedang fokus untuk pengawasan terhadap pelaksanaan jalannya kampanye. Tri mengakui secara umum pelaksanaan berjalan dengan lancar dan belum ada satu pasangan yang dinyatakan melanggar aturan dalam kampanye.

“Kami ingatkan kepada setiap calon untuk mematuhi protokol kesehatan agar pelaksanaan pilkada tidak menjadi kluster baru penularan virus corona,” katanya.