Advertisement
Hagglund, Kendaraan yang Mampu Menembus Medan Berat Ini Diterjunkan ke Gunung Merapi
Petugas mempersiapakan kendaraan taktis hagglunds di Posko Palang Merah Indonesia (PMI) Pakem, Sleman, DIY, Rabu (11/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Penanganan bencana erupsi Merapi dilakukan beragai pihak terkait. Salah satunya, Palang Merah Indonesia (PMI) menerjunkan satu unit kendaraan taktis hagglund yang mampu menembus berbagai medan berat untuk mendukung operasi tanggap darurat erupsi tersebut.
"Untuk membantu perlengkapan pendukung operasi tanggap darurat erupsi Gunung Merapi kami menyiapkan satu unit hagglund," kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Letjend TNI (Purn) Sumarsono melalui keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).
Advertisement
Menurut dia, hagglund diterjunkan karena berdasarkan pengalaman saat erupsi Gunung Merapi pada 2010 hagglund merupakan satu-satunya kendaraan untuk evakuasi korban.
Baca juga: Sterilkan Jalur Evakuasi Merapi, Petugas Pasang LPJU & Bidik Truk Pasir
Selain mampu melalui medan terjal, kendaraan itu tahan panas hingga lebih dari 100 derajat Celsius.
Dua unit truk tangki air bersih, kata dia, juga telah disiapkan karena mengacu pengalaman erupsi pada 2010, air bersih menjadi kebutuhan saat darurat.
"Operasi penanganan tanggap darurat bencana erupsi Merapi kali ini berbeda karena adanya pandemi COVID-19, maka sesuai pesan Ketua Umum PMI Bapak Jusuf Kalla, protokol kesehatan menjadi hal yang utama baik untuk relawan maupun masyarakat terdampak," kata dia.
Baca juga: BPPTKG Pastikan Belum Ada Muntahan Lava di Merapi
Sesuai Undang-Undang Kebencanaan dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, kata Sumarsono, tugas PMI adalah membantu pemerintah dengan bekerja bersama berbagai sektor untuk melayani masyarakat.
Ketua Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) GBPH. H. Prabukusumo mengatakan telah mengerahkan 400 orang relawan PMI se-DIY dengan mendirikan tiga posko di Sleman yakni Posko Utama PMI Pakem, Posko PMI Cangkringan dan Posko PMI Turi.
PMI DIY, kata dia, telah mengirimkan 20.000 masker, empat sprayer, empat puluh delapan pcs disinfektan wipol, 50 baby kit, 40 hygiene kit, serta selimut 200 pcs. "Sedangkan di Barak Pengungsian Glagaharjo kami juga memberikan makanan tambahan berupa 5 dus buah pir serta 35 bingkisan untuk anak-anak," kata GBPH Prabukusumo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Mulai Pekan Ini, Car Free Day Tetap Lanjut
- Jadwal KRL Palur-Jogja 7 April 2026 Lengkap dari Pagi hingga Malam
- Makan Bersama Jadi Cara Unik Cegah Stunting di Gowongan
- Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
Advertisement
Advertisement








