Sterilkan Jalur Evakuasi Merapi, Petugas Pasang LPJU & Bidik Truk Pasir

Petugas dari Dishub Sleman memasang LPJU di sepanjang jalur evakuasi Suren-Singlar, Rabu (11/11/2020). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
11 November 2020 18:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kondisi jalur evakuasi Gunung Merapi dari berbagai gangguan. Selain akan menempatkan personel untuk mengawasi truk-truk pasir, Dishub juga memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU) sepanjang jalur evakuasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana mengatakan sesuai Surat Edaran Nomor 360/02507, tentang status Siaga Merapi, Dishub sudah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan personel Dishub di jalur evakuasi Merapi. Hal ini dilakukan agar jalur evekuasi streril dari gangguan seperti dari truk pengangkut pasir.

"Kami akan jadwalkan petugas Dishub dua orang per shift," katanya kepada Harian Jogja, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, jalur evakuasi memang harus bersih dari truk-truk pengangkut pasir. Wilayah yang steril dari kendaraan penambangan tersebut berada di radius bahaya 5 km dari puncak Merapi. Adapun lokasi Depo pasir yang beroperasi paling banyak berada di raius 8 km dari puncak Merapi. Penjagaan jalur evakuasi oleh petugas akan dilakukan dan difokuskan untuk sementara di wilayah Glagaharjo.

"Yang harus clear jalur evakuasi utamanya pada wilayah bahaya yaitu 5 km ke arah bawah kelokasi pengungsian Glagaharjo," katanya.

Selain dilakukan penjagaan, lanjut Arip, Dishub juga memasang LPJU di sepanjang jalur evakuasi. Lampu penerangan jalan tersebut dipasang di jalur evakuasi Srunen hingga Singlar. Proses pemasangan lampu masih dikerjakan dari Suren ke bawah. Setidaknya Dishub menyiapkan 20 unit LPJU jalur sepanjang 1,9 km ini. Menurut Arip, fokus pembenahan infrasturtur di Glagaharjo sesuai yang direkomendasikan oleh BPPTKG Jogja.

"Lampu ini sebagai pemandu bagi orang yang mau evakuasi dari atas. Kami siapkan 20 unit. Di luar lokasi barak pengungsian dan titik kumpul yang sudah dipasang sekitar 15 titik baik di balai kalurahan Glagaharjo maupun tempat evakuasi hewan di Singlar," jelas Arip.

Kabid Binamarga DPUPKP Sleman, Achmad Subhan mengatakan cor blok yang dibangun di jalur evakuasi memiliki spesifikasi yang baik. Hal itu diharapkan agar jalur evakuasi tidak mudah rusak. Dijelaskan Subhan, jalur evakuasi selama ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi jalur ekonomi. Berbagai kendaraan melintasi jalur ini. 

"Spesifikasi cor block di jalur evakuasi ini yang bagus. Tebalnya 20 cm dengan kualitas beton K 300, bukan K 250 lagi. Untuk jalan yang sudah diaspal tapi rusak, kami lakukan penambalan," katanya.

Ia berharap jika jalur evakuasi selesai diperbaiki ada pengawasan ketat yang dilakukan oleh OPD terkait. OPD terkait diminta mengawasi truk-truk galian C agar tidak melintasi jalur evakuasi. Menurutnya, penegakan aturan juga penting untuk menjaga kondisi jalur evakuasi kembali tidak rusak.

"Jangan sampai setelah diperbaiki kembali rusak. Jangan hanya truk-truk pasir dijadikan kambing hitam, pengawasan OPD juga harus dilakukan," kata Subhan.