Karangtaruna Bantul Gaungkan Gerakan Anti-Politik Uang

Sejumlah pemuda dari Karangtaruna Bantul saat mendeklarasikan Gerakan Anti Money Politik dalam Pilkada Bantul di Jogja Youth Farming Argomulyo Sedayu Bantul. Rabu (11/11/2020) malam. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
12 November 2020 09:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah anggota dari Karangtaruna Bantul mendeklarasikan Gerakan Anti Money Politik dalam Pilkada Bantul 2020. Deklarasi digelar sebelum acara nonton bareng debat pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul di Jogja Youth Farming Argomulyo Sedayu Bantul. Rabu (11/11/2020) malam.

Ketua Karangtaruna Bantul Nur Kholis menyatakan Gerakan Anti Money Politik merupakan ajakan kepada masyarakat Bantul untuk berperan aktif dalam hajatan pilkada tanpa didasari iming-iming uang. Gerakan tersebut sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar dapat menentukan pilihan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas calon.

Nur Kholis mengajak masyarakat Bantul khususnya pemuda karangtaruna dari semua tingkatan mulai dari pedukuhan, tingkat desa, hingga kabupaten, untuk menolak segala bentuk jual beli suara agar kepemimpinan yang dihasilkan bersih untuk Bantul ke depan. “Terlalu berisiko ketika memilih calon pemimpin yang akan menjadi nahkoda Bantul ke depan, hanya didasarkan pada uang,” kata Nur Kholis.

Menurut dia, budaya korup selalu diawali dengan perilaku korup. Jika upaya-upaya meraih kekuasaan dilakukan dengan cara-cara kotor seperti menyuap masyarakat, nantinya hanya akan melahirkan pemerintahan yang korup pula. Hal tersebut harus dicegah dan jangan sampai terjadi di Bantul.

Dalam deklarasi ini Karangtaruna Bantul juga mengajak semua pihak turut serta dalam mengawasi jalannya proses demokrasi di bumi Projotamansari. Nur Kholis memastikan, akan menggerakkan jaringan Karangtaruna di 933 dusun, 75 Kalurahan dan 17 kecamatan untuk memantau dan mengawasi terjadinya politik uang untuk mewujudkan Pilkada Bantul yang bersih.

Baca juga: PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon Jelang Debat Publik Ketiga

“Kami akan awasi dan jika nanti ditemukan adanya upaya-upaya politik uang, akan kita laporkan ke Bawaslu. Kita tidak peduli dari calon nomor 01 atau nomor 02, selama kami mendapatkan bukti praktik money politik, pasti akan kami laporkan. Semua ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.

Karangtaruna Bantul juga mengajak kepada seluruh pemuda khususnya pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya dengan mencermati visi misi calon dan pastikan pada 9 Desember mendatang, memberikan hak suara di TPS masing-masing.

Nonton Debat

Deklarasi Gerakan Anti Money Politik yang digelar Karangtaruna Bantul berlanjut dengan nonton bareng debat pilkada putaran terakhir. Usai Nobar, Nur Kholis mengapresiasi pernyataan penutup pasangan nomor 01 yang menegaskan penolakan terhadap politik uang.

“Kami apresiasi closing statement pasangan nomor 01. Itu selaras dengan gerakan yang kita lakukan menolak politik uang,” kata Nur Kholis.

Namun bagi Nurcholis, pernyataan penutup yang disampaikan pasangan Halim-Joko itu jangan sampai hanya lip service untuk menarik pemilih. Ia berharap pernyataan itu benar-benar sebuah komitmen untuk bertarung dalam pilkada secara jujur tanpa unsur-unsur permainan uang.

“Paling tidak paslon nomor 01 punya komitmen yang sama dengan Karangtaruna dalam hal penolakan politik uang. Semoga paslon nomor 02 pun punya semangat yang sama untuk menyuarakan anti money politik,” tegasnya.

Baca juga: BPPTKG Beberkan Perkiraan Panjang Luncuran Awan Panas Jika Merapi Erupsi

Secara umum Nur Kholis menilai debat putaran terakhir ini bisa memberi gambaran kepada masyarakat terkait kapabilitas dan kapasitan masing-masing calon. Terlebih, keduanya juga mengeksplorasi gagasan dan ide yang akan mereka siapkan jika nantinya terpilih sebagai bupati dan wakil bupati. Dia menyebut potensi ekonomi seperti sektor pariwisata, masing-masing pasangan calon punya konsep yang bisa menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya.

Meski demikian, Nur Kholis menyayangkan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan paslon nomor 02 yang tidak berbeda jauh dengan debat sebelumnya. Dalam debat putaran ketiga ini paslon nomor 02 masih menggunakan strategi sebelumnya berupa lontaran-lontaran yang sifatnya menyerang pribadi. “Tadi dapat dilihat terutama di segmen tanya jawab, ada kesan yang sangat jelas, pertanyaan maupun sanggahan yang disampaikan paslon 02 mengarah pada serangan pribadi,” tambahnya.

Penilaian senada disampaikan Anton yang juga menonton jalannya debat yang disiarkan melalui channel youtube KPU Bantul. Menurutnya, debat putaran ketiga ini lebih mirip debat putaran kedua minggu lalu. Dalam sesi debat Inspiratif, pernyataan-pernyataan paslon nomor dua terlihat berusaha mengganggu konsentrasi paslon 01 dengan strategi yang mengarah pada hal-hal bersifat pribadi.

“Beberapakali paslon 02 justru asyik bermain di ranah pribadi. Meskipun tampak berusaha membawa arus pada persoalan secara umum, namun tetap terlihat dengan jelas bahwa pernyataan yang disampaikan berupa sindiran-sindiran,” tegasnya

Salah satu pengurus Karangtaruna Bantul ini menilai, kedua paslon memiliki cara berbeda terkait penyampaian argumen, ide dan gagasan dalam debat terakhir ini. Dalam pandangannya, paslon nomor 01 lebih spontan dalam penyampaian gagasannya. Meski beberapa hal tidak benar-benar menukik, namun pernyataan yang diberikan terlihat lebih orisinil.

Sementara, menurut Anton, paslon nomor 02 terlihat sangat berhati-hati sehingga lebih sering membaca contekan yang dibawa.“Sayangnya, saat membaca contekan itu paslon nomor 02 tidak selalu lancar. Bahkan terkadang contek yang digunakan untuk menjawab, tidak selaras dengan pertanyaan yang ia terima,”ujarnya. (ADV)