PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon Jelang Debat Publik Ketiga

Ilustrasi. - Freepik
10 November 2020 19:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah persiapan matang dilakukan oleh dua pasangan calon (paslon) ‎bupati dan wakil bupati Bantul yang akan bertarung di debat publik, Rabu (11/11/2020) malam. Persiapan matang ini dilakukan agar warga tertarik untuk memberikan pilihannya kepada mereka.

Ketua Tim Kampanye paslon nomor urut 2, Suharsono-Totok Sudarto (NoTo), Nur Subiantoro mengatakan saat ini kedua calon ini telah mempersiapkan materi yang dijadikan tema pada debat kali ini. Rencananya, debat akan mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat.

BACA JUGA : Ini Besar Modal Awal Abdul Halim dan Suharsono untuk 

“Dan tema ini kami rasa tidak ada masalah. Apalagi pak Suharsono telah memimpin Bantul selama lima tahun. Semua pertanyaan, kami pastikan akan bisa dijawab, karena beliau menguasai temanya,” terangnya, Selasa (10/11).

Selain Totok, Nur menyatakan, Totok Sudarto juga memiliki pengalaman yang cukup sebagai bekal untuk debat kali ini. Apalagi, Totok sempat menjadi ASN di Pemkab Bantul.

“Oleh karena itu, kami optimistis akan unggul. Memang di debat pertama, kami akui kalah. Debat kedua, kami menang. Dan di debat terakhir ini, kami optimistis menang,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Tim Kampanye paslon nomor urut 1, Abdul Halim Muslih-Joko Budi Purnomo, Radjut Sukasworo menyatakan, dengan adanya penghadiran calon bupati dan calon wakil bupati pada debat kali ini, maka dipastikan membuat kubunya optimistis memenangkan debat kali ini.

BACA JUGA : Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Bantul Pasang Target 

Selain itu, paslon nomor urut 1 juga memiliki unggulan program yang siap diimplementasikan saat terpilih, yakni  pembangunan infrastruktur di tingkat dusun. Program ini dinilai akan pemerataan pembangunan dan memberi efek cukup baik untuk peningkatan perekonomian warga.

“Agar program mudah dipahami, keduanya akan menjawab dengan lugas dan efektif. Karena memang ada keterbatasan waktu,” tandasnya.