Pengungsi Merapi di Cangkringan 185 Orang, Banyak yang Dijemput Saudara

Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
12 November 2020 19:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah pengungsi yang berada di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo Cangkringan Sleman hingga Kamis (12/11/2020) sementara mencapai 185 orang.

“Sampai tadi malam itu ada 185. Banyak yang turun. Beberapa ada yang dijemput saudaranya. Sebagian yang dewasa bisa jadi ke rumah atau ke tempat saudaranya,” ujar Camat Cangkringan Suparmono saat dikonfirmasi pada Kamis (12/11/2020).

"Ada anak-anak yang dijemput saudaranya ke Gunungkidul juga."

BACA JUGA: Positif Covid-19 Tambah 79 Kasus, Didominasi Sleman

Kesehatan pengungsi menjadi prioritas Pemerintah Kecamatan Cangkringan.

"Secara umum bagus, memang yang lansia itu merasa pegal-pegal. Tapi langsung kami kasih multivitamin. Tenaga medis juga kami siapkan selama 24 jam," ujar Suparmono.

Cek kesehatan kepada pengungsi dilakukan secara berkala pada pagi, siang, dan sore oleh tenaga medis yang mengunjungi barak pengungsian.

BACA JUGA: Habib Rizieq Ingin Rekonsiliasi dengan Pemerintah, Ini Syaratnya

"Jadi, saya tidak terlalu khawatir dengan kesehatan pengungsi di barak pengungsian," kata Suparmono.

Dia menyoroti soal ketersediaan masker yang dinilainya masih kurang. Pasalnya, ada beberapa lansia yang menggunakan masker selama dua hari.

"Nanti malam saya koordinasikan dengan petugas yang ada di gudang. Kalau masih banyak saya minta dikeluarkan saja. Masker medis lebih aman. Karena saya lihat ada simbah-simbah pakai masker dua hari enggak ganti, jadi saya khawatir kesehatannya," kata Suparmono.