RSUD Saptosari Dibuka, Badingah Realisasikan Janji Politik saat Kampanye

Bupati Gunungkidul Badingah saat menandatangani prasasti untuk peresmian RSUD Saptosari. Kamis (12/11/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
12 November 2020 15:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Bupati Gunungkidul Badingah meresmikan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saptosari, Kamis (12/11/2020). Peresmian ini juga sebagai bentuk realisasi janji politik saat akan maju bupati di Pilkada 2015 lalu.

“Saat kampanye [2015] saya berjanji kepada masyarakat Saptosari dan sekitarnya untuk membuatkan layanan kesehatan, sehingga dengan peresmian ini maka utang saya sudah lunas karena sudah mendirikan RSUD di sini [kawasan pesisir],” kata Badingah kepada wartawan di sela-sela peresmian RSUD Saptosari, kemarin.

Menurut dia, pendirian RSUD di pesisir memiliki makna yang penting karena sebagai upaya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Badingah tidak menampik, sebelum adanya layanan ini warga harus menempuh jarak yang jauh untuk mengakses layanan kesehatan yang memadai.

Baca juga: PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon Jelang Debat Publik Ketiga

Sebagai contoh, pada saat terjadi kecelakaan laut di kawasan pantai, korban akan dirujuk ke RSUD Wonosari. Jarak antara rumah sakit rujukan dengan pantai jauh sehingga butuh waktu hampir satu jam. Namun, dengan adanya RSUD Saptosari maka lokasi layanan lebih dekat sehingga korban bisa tertangani secara cepat.

“Ya kalau harus dibawa ke Wonosari jaraknya jauh sehingga kasihan korban karena menunggu lama untuk mendapatkan perawatan. Tapi dengan adanya rumah sakit ini, maka layanan bisa lebih dekat,” katanya.

Menurut dia, layanan di RSUD terbuka secara umum untuk masyarakat. Badingah pun berharap kepada manajemen agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Tujuannya untuk memberikan kemudahan layanan kesehatan, jadi petugas harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Direktur RSUD Saptosari, Eko Darmawan mengatakan, pembangunan RSUD ini membutuhkan anggaran sekitar Rp45 miliar. Ia pun berjanji dengan pengoperasian ini akan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan secara penuh. “Kami akan berikan layanan yang terbaik,” katanya.

RS Darurat

Eko menjelaskan, sebelum adanya peresmian, RSUD Saptosari sudah dibuka sebagai rumah sakit darurat Covid-19. Ini berarti dengan beroperasi penuh, maka layanan tidak hanya untuk pasien corona karena layanan umum sudah dibuka sehingga masyarakat bisa menggunakan fasilitas yang tersedia.

“Semua sudah siap, termasuk peraturan yang mengacu untuk biaya layanan sudah ada. Jadi, dengan peresmian ini maka RSUD Saptosari telah beroperasi secara penuh,” katanya.

Baca juga: BPPTKG: Kondisi Merapi Sudah Lampui Erupsi 2006

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, RSUD Saptosari berada di lokasi yang strategis karena berada di dekat Jalur Jalan Lintas Selatan. Ia pun meyakini keberadaan layanan ini akan memberikan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat. “Rumah akan sakit ini akan jadi pilihan dan akan berkembang dengan pesat karena lokasinya yang sangat strategis,” katanya.