BPPTKG: Kondisi Merapi Sudah Lampui Erupsi 2006

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
11 November 2020 20:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kondisi Gunung Merapi pada Rabu (11/11) berdasarkan data yang dimiliki oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah melebihi kondisi tiga hari sebelum terjadinya erupsi gunung 2006 silam.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida, menjelaskan jika berdasarkan data seismik yang dimiliki oleh instansinya saat ini, pada hari Rabu (11/11) kondisi Gunung Merapi sudah melampaui erupsi yang terjadi saat 2006 silam. Akan tetapi, kondisi Gunung Merapi saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan erupsi tahun 2010.

BACA JUGA : Rabu Pagi, Terjadi 3 Kali Guguran Material Vulkanik Merapi

"Sehingga, kami sampaikan kemiripannya pada 2006 namun demikian data-data sudah melampaui 2006. Berdasarkan data seismik sudah melampaui kubah lava menjelang erupsi tahun 2006. Namun masih rendah jika dibandingkan tahun 2010" ujarnya melalui jumpa pers BPPTKG dengan awak media yang dilaksanakan secara daring Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut, kubah lava hingga sekarang juga belum muncul di permukaan Gunung Merapi. Akan tetapi, potensi untuk terjadinya erupsi secara eksplosif masih ada. Walaupun, berdasarkan data yang didapatkan oleh BPPTKG kondisi Gunung Merapi saat ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan erupsi tahun 2010.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Bahaya Merapi ke Arah Kali Gendol 

"Pada saat kami naikkan status siaga, potensi bahayanya adalah kalau terjadi erupsi secara eksplosif. Di sinilah potensi bahaya yang ada adalah jarak maksimal lima kilometer dari puncak. Di sisi utara kemungkinan kecil dan juga berdasarkan kawasan rawan bencana (KRB), dan KRB ini berdasarkan sejarah erupsi maka dampaknya tidak sejauh lima kilometer. Potensi untuk eksplosif ada," terang Hanik.