Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pencanangan sekolah sebagai SRA, di SMA N 1 Temon, Kulonprogo, Kamis (12/11/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menetapkan SMA N 1 Temon, Kulonprogo sebagai sekolah ramah anak (SRA). Penetapan itu ditandai dengan deklarasi dan pencanangan SRA di komplek SMA N 1 Temon, Kamis (12/11/2020).
Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati mengatakan pencanangan ini sebagai tindak lanjut atas sosialisasi dan bimbingan teknis terkait pembentukan SRA yang digelar jawatannya pada Oktober 2020 lalu. Dalam kegiatan itu, DP3AP2 DIY mengundang sejumlah SMA dan SMK sederajat se DIY termasuk SMA N 1 Temon.
"SMA N 1 Temon bergerak cepat hingga akhirnya dilakukan pencanangan ini. Sekitar tiga minggu lalu kami kumpulkan sejumlah sekolah di DIY untuk sosialisasi sekolah ramah anak, bimtek dan memotivasi serta menginisiasi sekolah ramah anak baru," kata Erlina.
Baca juga: Pengungsi Merapi di Cangkringan 185 Orang, Banyak yang Dijemput Saudara
Erlina menjelaskan, SRA merupakan satuan pendidikan formal, non formal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya. Selain itu juga mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.
Dengan dicanangkannya SMA N 1 Temon sebagai SRA, maka mengharuskan sekolah ini untuk benar-benar melindungi anak didiknya dari hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan anak baik itu kekerasan fisik maupun psikis. "Setelah dicanangkan, sekolah ini akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut dari instansi terkait di Kulonprogo dan DIY," jelas Erlina.
Baca juga: Bijak Bermedia Sosial dalam Beragam Kegiatan
Kepala SMA N 1 Temon, Totok Setyadi mengatakan setelah pencanangan ini pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut agar proses belajar mengajar di SMA N 1 Temon bisa sesuai dengan program SRA.
"Perubahan yang paling mendasar adalah mindset guru yang semula itu hanya sebatas mengajar nanti harus bisa membimbing dan menjadi sahabat anak," ujarnya.
Totok berharap, setelah sekolah ini menjadi SRA, bisa menginspirasi sekolah lain di Kulonprogo untuk mengikuti jejak mereka. Di samping itu, juga menjadikan SMA N 1 Temon sebagai ikon SRA di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.