Bijak Bermedia Sosial dalam Beragam Kegiatan

Diskominfo DIY menggelar agenda Kegiatan Bijak Bermedia Sosial pada Kamis (12/11/2020). - Istimewa
12 November 2020 19:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY terus memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak. Salah satunya dengan menggelar agenda bertajuk Kegiatan Jogja Bijak Bermedia Sosial.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo DIY, Rahmat Sutopom menjelaskan jawatannya memiliki coworking space yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan positif. Diskominfo DIY juga memiliki berbagai program dan pelatihan yang menyasar karang taruna. "Salah satunya sosialisasi Jogja bermedsos yang diselenggarakan hari ini," kata dia pada Kamis (12/11).

Rahmat bahkan menawarkan kepada masyarakat yang ingin desanya dijadikan lokasi sosialisasi berperilaku bijak dalam bermedsos bisa menghubungi Diskominfo DIY. Peserta akan mendapat uang saku dari Diskominfo DIY. Peserta akan mendapat uang saku dari Diskominfo DIY.

"Kami juga punya program kreatif yang membantu mengajari masyarakat bagaimana membuat video, vlog, panjenenagan tinggal datang, bersurat ke kami, kalau slot masih ada, tinggal datang semua pembiayaan dari kami," ungkapnya.

Anang mengatakan Diskominfo DIY memiliki program sosialisasi terkait keterbukaan informasi. Diskominfo DIY juga memiliki program pelatihan UMKM yang salah satu tujuannya mengajari pelaku UMKM bagaimana memasarkan produk warga secara online. "Misalnya di Kulonprogo ada Batik Tok Til, dulu hanya pemasarannya konvensional sekarang pemasarannya online, bagaimana dulu dia hanya menjualnya di sekitar wilayah itu, kemudian sekarang ordernya dari mana-mana, ini karena pelatihan digital dari Diskominfo DIY," ujar dia.

"Pada prinsipnya kami siap untuk bekerja sama untuk mengoptimalkan penggunaan IT, tidak hanya digunakan untuk hiburan saja tetapi juga menambah penghasilan.”

Berbagai pelatihan yang dilakukan Diskominfo DIY sebagai wujud bahwa bijak melakukan media sosial itu salah satunya menggunakan media sosial untuk kegiatan produktif seperti memasarkan produk UMKM, memasarkan potensi wisata di desanya melalui video atau vlog yang kesemuanya telah tercukup dalam program-program Diskominfo DIY.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyebutkan tahun ini pihaknya memiliki program pendampingan UMKM itu ada di 60 titik. Pelatihan itu didampingi selama setahun tidak hanya sekali pertemuan. "Di Gunungkidul itu ada desa yang kita dampingi satu per satu selama satu tahun," ujarnya.

Eko berharap program-program Diskominfo DIY bisa diakses oleh masyarakat. Tinggal masyarakat menyepakati siapa penanggung jawabnya, siapa penghubung setiap kecamatan dan siapa penghubung informasi di Kota atau Kabupaten. "Nanti kami akan membantu masyarakat untuk koordinasi dengan Diskominfo DIY khususmua program yang akan dilaksanakan di tahun 2021," tuturnya.

Eko mengatakan skema beragam pelatihan ini dilakukan untuk membantu masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi, tidak hanya memasang wifi, tetapi mengajarkan cara memanfaatkan Internet untuk produktivitas secara ekonomi.  

Bijak bermedia sosial juga bisa diimplementasikan dalam penanggulangan bencana. Media sosial dapat digunakan sarana menyebarkan informasi yang akurat dan bukan hoaks untuk meminimalkan jatuhnya korban. Media sosial BNPB atau BMKG misalnya membagikan informasi tentang segala kejadian terkini yang menghindarkan simpang siur.

Kepala Sub-Bidang Peralatan PB, Enaryaka mengatakan semua orang bisa menjadi pahlawan kemanusiaan bagi orang lain. "Kita bisa menjadi pahlawan kemanusiaan bila banyak nyawa manusia yang terselamatkan, namun bisa menjadi pembunuh potensial jika tidak berbuat apa-apa," tegasnya. Dengan menyebarkan informasi yang akurat dari sumber-sumber terpercaya atau resmi, dapat membantu menghindarkan orang lain dari bencana. (ADV)