Hujan Disertai Angin Kencang Bikin Pepohonan di Bantul Tumbang

Ilustrasi. - Reuters
15 November 2020 12:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (14/11/2020) siang, menimbulkan kerusakan di sejumlah titik di Bantul.

Selain memporak-porandakan garasi markas SAR di Pleret, hujan yang disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah kerusakan di Srimartani, Piyungan, Bantul.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Srimartani, Galih Hermawan Saputra mengatakan, meski tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, namun hujan disertai angin kencang telah membuat sejumlah kerusakan di wilayahnya. Tercatat, sejumlah pohon roboh, seperti yang terjadi di belakang SLB Piyungan.

Baca juga: Dalam Sehari, Gunung Merapi Mengalami 59 Kali Gempa Guguran

Sebuah pohon mangga di wilayah tersebut roboh, sedangkan pohon munggur juga dilaporkan tumbang dan menimpa kandang ayam milik warga di RT 3 Piyungan. Ada juga sebuah pohon lamtoro di RT4 Kembangsari menimpa kabel listrik rumah warga dan pohon jati tumbang di RT4 Kembangsari, menimpa rumah warga.

“Ada juga pohon sengon yang tumbang dan menutup jalan dusun di RT6 Mutihan serta longsor di Umbulsari menimpa kandang Jarodin,” katanya, Minggu (15/11/2020).

Di sisi lain, hujan yang disertai angin kencang telah menimpa dan memporak-porandakan garasi markas SAR DIY di Desa Pleret, Pleret, Bantul. Bahkan, batang pohon telah menimpa mobil rescue milik SAR yang terparkir di garasi.

Baca juga: Kelompok Relawan di Pengungsian Merapi Diminta Melapor

Ketua SAR DIY distrik Bantul, Bondan Supriyanto mengatakan, telah melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang yang telah menimpa garasinya. Adapun kerugian atas kejadian ini mencapai Rp4 juta. Rencananya, SAR DIY akan melakukan renovasi terhadap garasi tersebut agar tetap bisa dioperasionalkan.

“Rencana setelah evakuasi, kami akan lakukan renovasi,” ucapnya.