Lokasi SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 dan Syaratnya
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Dam Sabo Kali Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, Minggu (12/4/2020). /ANTARA FOTO-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA—Suara guguran material vulkanik di Merapi kembali terjadi pada Rabu (18/11/2020) pagi. Suara yang terpantau dengan intensitas sedang hingga keras itu terjadi sebanyak tiga kali.
Visual Gunung Merapi pada Rabu pagi terlihat jelas, dengan kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan dengan tinggi mencapai 20 meter di atas puncak kawah. Suara guguran material vulkanik Merapi terpantau dari tiga pos pengamatan, Babadan, Kaliurang dan Jrakah. Suara tersebut dilaporkan terdengar dari intensitas sedang hingga keras.
BACA JUGA : Guguran Material Vulkanik Meluncur Sejauh 500 Meter
“Suara guguran terdengar tiga kali [dengan intensitas suara antara] sedang hingga cukup keras [terjadi pada] pukul 04:45 WIB dari Babdan, Jrakah, Kaliurang,” ungkap Kepala BPPTKG Hanik Humaida Rabu (18/11/2020).
Pada Rabu pagi juga dilaporkan adanya gempa guguran sebanyak 17 kali dengan amplitudo antara 3-65 mm berdurasi 13 hingga 122 detik. Gempa embusan sebanyak enam kali dengan amplitudo antara 3 hingga 15 mm, durasi 9 sampai 39 detik. Gempa fase banyak terjadi 44 kali dan gempa vulkanik dangkal tercatat ada sembilan kali.
Suara guguran juga terdengar sebanyak tiga kali dari intensitas lemah hingga keras pada pengamatan antara pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB Selasa (17/11/2020). Dengan demikian selama 12 jam terakhir atau semalam terpantau ada enam kali suara guguran Merapi.
BACA JUGA : Merapi Luncurkan Lava Sejauh 500 Meter
Sebelumnya BPPTKG memastikan belum ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya naik menjadi Siaga. Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukan guguran lava namun guguran material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.
Material guguran yang pernah meluncur merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888. Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Malaysia mengerahkan 1 pesawat, 3 helikopter, dan 52 anggota pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan.
Peta peluang emas Indonesia di Asian Games 2026 tersebar dari panjat tebing, angkat besi, bulu tangkis hingga sejumlah cabang lain.