Advertisement

Corona di Jogja Meledak Lagi, Sehari Tambah 153, Kasus Aktif Tembus 1.000

Lugas Subarkah
Rabu, 18 November 2020 - 17:07 WIB
Bhekti Suryani
Corona di Jogja Meledak Lagi, Sehari Tambah 153, Kasus Aktif Tembus 1.000 Foto ilustrasi. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Penemuan kasus positif Covid-19 harian di DIY meningkat lagi. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 153 penambahan kasus positif pada Rabu (18/11/2020). Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 65 kasus. Kasus aktif DIY saat ini tembus seribu kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 27 kasus, Bantul 18 kasus, Kulonprogo 31 kasus, Gunungkidul 12 kasus dan Sleman 65 kasus.

Dilihat dari riwayatnya, tracing kasus positif mendominasi penambahan ini sebanyak 94 kasus, kemudian periksa mandiri 9 kasus, perjalanan luar daerah satu kasus dan belum ada info juga cukup tinggi yakni 49 kasus. “Dari pemeriksaan pada 793 sampel dari 760 orang,” ungkapnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA: Muhammadiyah Berumur 108 Tahun, Begini Ucapan Terima Kasih Jokowi

Dua kasus dilaporkan meninggal yakni Kasus 4.760, laki-laki 51 tahun, Kulonprogo, dengan komorbid Carcinoma Hepar dan Kasus 4.758, laki-laki 44 tahun, Gunungkidul, dengan komorbid diabetes melitus. Adapun kasus sembuh berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 10 kasus, Bantul 6 kasus, Gunungkidul 3 kasus dan Sleman 24 kasus.

Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 4.828 kasus, dengan 3.712 kasus sembuh dan 115 kasus meninggal. Dengan jumlah ini, kasus aktif DIY saat ini mencapai 1.001 kasus. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritikal sebanyak 33 bed, menyisakan 15 bed dan non kritikal digunakan sebanyak 261 bed, menyisakan 143 bed.

Penambahan kasus harian ini terbanyak kedua setelah penambahan harian pada 5 November lalu sebanyak 168 kasus. Bedanya, jika saat itu penambahan terkonsentrasi dari tracing pada institusi Pendidikan di satu kabupaten, penambahan saat ini cenderung lebih merata.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement