Pemberi Bantuan Dilarang Masuk ke Barak Pengungsian Merapi, Ini Alasannya..

Puluhan balita berada dibarak pengungsian Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Sabtu (7/11/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
19 November 2020 16:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memberikan perhatian terhadap siapa saja yang masuk ke barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Pemberi bantuan diminta untuk tidak masuk ke area barak pengungsian demi menghindari terjadinya penularan Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan jika pemberi bantuan diminta untuk tidak menyalurkan bantuannya langsung ke barak pengungsian. Akan tetapi, bantuan diharapkan disalurkan ke posko utama siaga darurat bencana Gunung Merapi yang ada di Pakem, Sleman.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi Diminta Tak Jual Ternak

"Yang perlu di filter itu adalah orang yang keluar masuk di barak pengungsian balai desa Glagaharjo Cangkringan Sleman. Relawan maupun pemberi bantuan tidak serta merta langsung masuk ke area barak pengungsian. Tapi datang ke posko Pakem agar didata terlebih dahulu," ujar Biwara saat diwawancarai di Hotel Hyatt, Sleman, Kamis (19/11/2020).

Perhatian yang diberikan oleh BPBD DIY kepada relawan dan pemberi bantuan bukan tanpa alasan. Pasalnya, relawan maupun pemberi bantuan didominasi berasal dari luar wilayah Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

"Sedangkan kalau pengungsi kan berasal dari wilayah hijau. Nah, sampai saat ini belum ditemukan kasus di sana [Glagaharjo]. Nah, yang perlu diperhatikan adalah relawan dan pemberi bantuan yang masuk ke sana," terangnya.

Interaksi yang terjadi antara relawan maupun tenaga medis yang ada di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman juga diharapkan senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Protokol Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, dan menjaga jarak dimintanya untuk selalu dilakukan.

BACA JUGA : Ratusan Lansia di Pengungsian Merapi Mengeluh Sakit

"Jangan sampai petugas maupun relawan akhirnya tidak menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Interaksi keluarga yang ada di barak dengan orang yang ada di luar barak juga perlu diperhatikan. Jadi, tidak bisa serta merta orang masuk dan foto-foto," ungkapnya.

Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menegaskan jika pihaknya juga tidak mengizinkan pemberian bantuan langsung ke barak pengungsian. Pihaknya memberikan dua opsi pemberian bantuan.

Pertama, pemberian bantuan ke posko Pakem. Kedua, pemberian bantuan ke sekretariat posko siaga bencana Gunung Merapi yang ada di balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi Harus Tetap Bersemangat

"Tidak boleh langsung ke barak pengungsian. Pemberi bantuan melaporkan dulu ke Pakem. Biar relawan yang membagikan. Kan kebutuhan pengungsi tiap hari dicatat. Bantuan seperti mie, bantal, selimut, telur juga sudah kami terima dari sejumlah pemberi bantuan," katanya.