Balai Diklat Keuangan Yogyakarta Perkuat Pembelajaran bagi Pemda hingga Masyarakat
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah
Sejumlah pengunjung belajar pewarnaan kain dengan teknik shibori di OK Gallery, Warungboto. Belajar teknik shibori merupakan salah satu pengalaman wisata kerajinan yang ditawarkan oleh Kampung Wisata Warungboto, Kapanewon Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis, (19/11). - Harian Jogja/Hery Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja punya 17 kampung wisata dengan potensi nilai kebudayaan yang tinggi. Kampung-kampung wisata ini siap menyambut kunjungan turis-turis pada fase adaptasi kebiasaan baru.
“Kampung wisata itu bisa jadi alternatif destinasi bagi wisatawan yang datang ke Jogja. Ada 17 kampung wisata yang masing-masing punya ciri khas,” kata Kabid Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Jogja saat ditemui Harian Jogja di Kampung Warungboto, Kalurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kamis, (19/11).
Salah satunya adalah Kampung Wisata Dewo Bronto di Kalurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Jogja yang menawarkan pengalaman susur Sungai Code. Puas menyusuri sungai, pengunjung akan dibawa untuk mendapat wawasan kesejarahan lewat kunjungan ke Museum Perjuangan.
Selain Kampung Wisata Dewo Broto, ada pula Kampung Wisata Pandeyan, Kalurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo. Perempuan yang akrab disapa Lis itu mengatakan Kampung Wisata Pandeyan menawarkan wisata khusus seni, khususnya pengalaman belajar gamelan dan pewayangan.
Ia berharap, kampung-kampung wisata tersebut bisa maju dan bersaing dengan destinasi lainnya. Sebab, pada fase kebiasaan baru, kampung wisata di Kota Jogja juga turut menerapkan protokol kesehatan secara lengkap.
Tak ketinggalan, kampung wisata diharapkan mampu menjadi andalan ekonomi masyarakat. Pasalnya, kampung wisata melibatkan banyak peran, mulai dari aspek kuliner, kerajinan, cinderamata, penginapan hingga pemandu wisata lokal. Warga setempat yang berkecimpung di sana punya peluang besar untuk mendulang penghasilan.
Eksistensi kampung wisata di Jogjajuga mendapat sambutan positif dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono. Menurutnya, kampung wisata berpeluang meningkatkan okupansi penginapan dan lama tinggal wisatawan.
“Kampung wisata perlu dikelola dengan baik agar punya nilai jual. Potensi seni dan kebudayaan dari kampung wisata harus bisa tampil secara khas agar wisatawan dapat menikmati keberagaman yang ada di Jogja. Tapi yang paling penting saat ini adalah penerapan protokol kesehatan,” ujarnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
OJK menetapkan modal disetor minimal BMKS Rp1 triliun. POJK 16/2026 juga mengatur syarat izin, direksi, dan dewan komisaris.
Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia harus berasas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk kemakmuran rakyat.
Razia gabungan di Rutan Kelas I Surakarta menemukan korek api, besi hingga penjepit kertas. Narkoba dan handphone tidak ditemukan.
BMKG mendeteksi sebaran debu vulkanik Gunung Dukono, Ibu, dan Semeru. Gunung Ibu kembali erupsi pada Sabtu pagi.