Gerakan Cuci Tangan di Gunungkidul Terus Digalakkan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
20 November 2020 06:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengajak masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya sering cuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir.

Menurut dia, kesadaran tentang protokol kesehatan sudah ada, namun masih perlu ditingkatkan lagi, khususnya untuk masalah cuci tangan menggunakan sabun. Dewi menuturkan, cuci tangan ini merupakan salah satu bagian dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. “Kami akan terus lakukan sosialisasi karena gerakan ini juga bagian untuk memutus mata rantai penyebaran corona,” katanya, Kamis (19/11/2020).

Untuk mengoptimalkan dalam penanggulanan corona, Dewi juga berharap protokol lainnya seperti memakai masker saat di luar rumah dan menjaga jarak harus dijalankan. Menurut ia, protokol ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. “Semua saling berkaitan jadi, mari disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Ditambahkan dia, ancaman penularan corona belum bisa hilang. Hal ini terlihat masih adanya warga yang tertular virus asal China itu. Sebagai contoh pada Kamis ada tambahan dua kasus baru sehingga total ada 398 orang yang positif corona. Meski demikian, hingga saat ini sudah ada 333 sembuh, 15 pasien meninggal dunia. Sedangkan sisanya sebanyak 50 orang masih menjalani perawatan. “Kami berharap kepada masyarakat untuk tidak bosan dalam menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran,” katanya.

Kepala Dinas Perindsutrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, pasar menjadi salah satu lokasi yang berpotensi menjadi sumber penyebaran corona. Hal ini dikarenakan pasar menjadi lokasi tempat berkumpulnya penjual dan pembeli sehingga bisa menimbulkan terjadinya kerumuman.

Oleh karenanya, kata Johan, pihaknya ikut mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan di kawasan pasar. Menurut dia, sosialisasi tidak hanya sebatas pemasangan spanduk, tapi juga memberikan fasilitas tempat cuci tangan di setiap pintu masuk dan keluar. “Untuk jumlahnya setiap pasar berbeda-beda. Yang jelas, kami sudah menyediakan fasilitas cuci tangan,” katanya.

Johan berharap tempat-tempat cuci tangan ini bisa dimanfaatkan pedagang maupun pembeli sebagai upaya mencegah penularan corona. “Harus dimanfaatkan karena tempat cuci tangan dipasangn bukan sekadar pajangan,” katanya.