Siang Ini Terdengar 2 Kali Gemuruh Guguran Merapi

Foto material vulkanik (yang ditanda panah) runtuh ke kawah. - Ist - BPPTKG.
23 November 2020 13:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Peningkatan aktivitas Gunung Merapi terus terjadi. Pada Senin (23/11/2020) siang terdengar dua kali suara guguran material vulkanik pada pemantauan antara pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Dalam laporan pemantauan Senin (23/11/2020) pagi hingga siang, kondisi Merapi dengan cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat. Suhu udara 21-27.5 °C, kelembaban udara 62-73 %, dan tekanan udara 627-708.3 mmHg. Selain itu dilaporkan terdengar dua kali suara guguran.

BACA JUGA : Ini Video Detik-Detik Gunung Merapi Erupsi Minggu Pagi

“Gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Terdengar suara guguran sebanyak dua kali pada pukul 11.01 WIB dan pukul 11.59 WIB kategori sedang,” ungkap Kepala BPPTKG Badan Geologi Senin (23/11/2020).

Gempa guguran tercatat sebanyak 10 dengan amplitudo  4-55 mm dan durasi 9.3-92.6 detik), gempa embusan sebanyak 23 dengan amplitudo 2-25 mm dan durasi 5.3-20 detik. Gemoa fase banyak terjadi 82 kali dengan amplitudo 2-30 mm, S-P 4.6-12.6 detik dan durasi antara 0.2-0.6 detik. Sedangkan untuk gempa vulkanik dangkal terpantau lima kali dengan durasi 11 hingga 31.2 detik.

Sebelumnya guguran material vulkanik kembali meluncur dari puncak Merapi jatuh ke dalam kawah pada Minggu 22 November 2020 pukul 06.50 WIB. Material vulkanik di titik guguran ini disebut dengan istilah Lava 1954 karena merupakan material sisa erupsi pada tahun 1954.

Berdasarkan video berdurasi 29 detik yang dirilis BPPKTG Senin (23/11/2020) tampak material puncak secara perlahan runtuh yang diawali dengan pergerakan atau getaran tayangan. Getaran tersebut diduga sebagai bagian dari aktivitas kegempaan Merapi yang menimbulkan CCTV yang terpasang di Deles iku bergetar.

BACA JUGA : Detik-Detik Guguran Lava 1954 Meluncur dari

“Terjadi guguran tebing lava lama yang terpantau dari CCTV pengamatan Gunung Merapi yang dipasang di Deles pada pukul 06.50 WIB. Guguran ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 82 detik,” katanya Senin (23/11/2020) pagi.

Hanik menegaskan aktivitas kegempaan di Gunung Merapi tercatat masih tergolong tinggi. Gempa vulkanik dangkal yang dominan mengakibatkan ketidakstabilan material lama yang ada di puncak kemudian terjadi guguran.

“Guguran tersebut merupakan guguran dari tebing lava 1954 yang berada di dinding kawah utara. Material jatuh ke dalam kawah dan hingga saat ini tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi,” katanya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga di sekitar lereng Merapi agar tetap tenang dan mematuhi rekomendasi dari BPPTKG serta arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat. Guguran material tersebut merupakan kejadian yang biasa terjadi pada saat Merapi mengalami kenaikan aktivitas menjelang erupsi.

BACA JUGA : Merapi Siaga, 30 Dusun Ada di Daerah Bahaya, Ini Daftarnya 

Sedangkan pada pemantauan antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB Senin (23/11/2020) terdengar satu kali guguran dari PGM Babadan. Selama periode tersebut terjadi 10 kali gempa vulkanik dangkal. Kemudian pada pemantauan antara pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB Minggu (22/11/2020) terdengar suara guguran cukup keras sebanyak satu kali pada pukul 20.18 WIB.