Jejak Macan Tutul Merapi Ditemukan di Jalur Evakuasi Cangkringan

Jejak yang diduga ditinggalkan macan tutul ditemukan di jalur evakuasi Suruh-Singlar, Dusun Ngancar, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Jumat (20/11/2020) lalu. - Harian Jogja/Hafit Yudi Supraba
23 November 2020 16:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Jejak yang diduga ditinggalkan macan tutul ditemukan di jalur evakuasi Suruh-Singlar, Dusun Ngancar, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Jumat (20/11/2020) lalu. Jejak satwa tersebut terlihat jelas di beton yang belum kering.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Glagaharjo Kopral Satu (Koptu) Eko Widodo mengatakan pada Jumat lalu, sejumlah warga menuju ke arah jalur evakuasi dan menemukan jejak mirip kaki macan di beton yang masih lembek. Kebetulan, rumah Koptu Eko tidak jauh dari ditemukannya jejak satwa tersebut.

BACA JUGA: Warga Balerante Dikagetkan Suara Gemuruh dari Puncak Gunung Merapi

“Berawal dari kecurigaan, saya kejar, ternyata mereka [warga] melihat jejak satwa yang diduga macan tutul tersebut,” ujar Eko Widodo di jalur evakuasi Suruh- Singlar, Senin (23/11).

Berdasarkan pantauan Harian Jogja pada Senin (23/11), jejak tersebut memang menempel di beton yang belum mengeras. Ada yang berukuran besar, ada yang kecil. Warga menduga macan tutul berjalan melewati beton tersebut.

Eko mengatakan pada 2018 lalu dia dan warga bersama Resor Taman Nasional Gunung Merapi wilayah Cangkringan pernah mengecek keberadaan macan tutul selepas erupsi freatik Gunung Merapi.

BACA JUGA: Detik-Detik Guguran Lava 1954 Meluncur dari Puncak Merapi

"Kami juga menggali informasi dari beberapa warga yang melakukan aktivitas di sekitar sini [tempat ditemukannya jejak macan tutul]. Ada yang melihat. Katanya memang macan jenis tutul. Tapi, keberadaan macan tutul tersebut sampai sekarang hanya dari keterangan warga, visualnya belum ada sampai sekarang,” ujar dia.

Menurut Eko, jejak yang diduga berasal dari kaki macan tutul yang terdapat di jalur evakuasi Suruh- Singlar, dusun Ngancar, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi yang saat berada dalam status Siaga level tiga.

"Memang di sini perlintasan satwa itu. Bukan karena aktivitas Merapi naik terus hewan dari atas turun, itu tidak benar. Memang habitatnya dari dulu sekitar sini dan ini perlintasan mereka. Warga pun tidak terganggu, satwa juga tidak terganggu. Sudah saling tahu kebutuhan masing-masing," jelasnya.

BACA JUGA: KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Stadion Mandala Krida Jogja

Berdasarkan perkiraan Koptu Eko, jumlah satwa yang melintasi jalur evakuasi di jalur evakuasi Suruh- Singlar, dusun Ngancar, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Jumat lalu ada dua sampai tiga.

“Yang dewasa itu ada satu karena jejaknya paling dominan, ada juga yang kecil, di sela-sela jejak hewan yang besar dan kecil juga ada tapak kaki satwa yang masih remaja,” kata Eko.

Sampai saat ini, kata Eko, tidak ada warga Glagaharjo yang melaporkan hewan ternaknya dimakan satwa lain. "Setahu saya untuk sejenis macan tutul itu favoritnya landak dan musang, kalau di atas itu tupai," ujar dia.