Anggap Masyarakat sebagai Mitra Kerja Dewan

Ichwan Tamrin Murdiyanta - Dokumen
26 November 2020 21:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Ichwan Tamrin Murdiyanta, lebih banyak berdiskusi dengan masyarakat dalam penyerapan aspirasi yang harus diperjuangkan dalam program pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan.

Sebagai wakil rakyat, Ichwan tidak hanya menunggu usulan langsung dari masyarakat. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini tidak hanya mendatangi masyarakat saat reses Dewan ataupun kampanye. Bagi dia, berdiskusi dengan masyarakat sangat penting untuk membangun wilayah, terutama di daerah pemilihannya yakni di Kecamatan Sewon dan Bantul.

“Dengan sering bertemu dan berdiskusi dengan warga, maka ada banyak masukan secara langsung maupun tidak langsung,” kata Ichwan saat ditemui di Kantor DPRD Bantul, Kamis (26/11/2020).

Setelah melalui diskusi, dia akan menyarankan program apa saja yang perlu dikawal bersama-sama. Ichwan juga mendidik masyarakat terkait dengan tata cara pengusulan program mulai dari musyawarah dusun, musyawarah tingkat desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Setelah melalui musyawarah, maka usulan itu kemudian dikawal lewat komisi. Ada juga usulan masyarakat tersebut yang diperjuangkan lewat pokok-pokok pikiran Dewan atau pokir.

Dengan demikian, masyarakat dan Dewan bisa bersama-sama mengawal usulan. Kondisi demikian membuat Ichwan sangat dekat dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Berkat kedekatan itu pula, Ichwan bisa menjadi anggota DPRD Bantul selama tiga periode. Meski berstatus sebagai anggota Dewan, Ichwan menganggap masyarakat adalah mitra kerja. “Harus nguwongke uwong [memanusiakan manusia]. Kalau ingin dihormati ya harus menghormati,” kata dia.

Berbagai usulan masyarakat yang menjadi perhatiannya saat ini adalah pendataan keluarga miskin yang amburadul sehingga banyak bantuan yang salah sasaran. Dari berbagai masukan yang diterima, banyak warga yang meminta instansi terkait untuk mendata ulang data keluarga miskin di Bantul. Selain itu, banyak usulan soal pembangunan sarana dan prasarana fisik seperti pembangunan jalan, corblok, talut, selokan, dan penerangan jalan umum.

Ada juga usulan untuk lebih menghidupkan kembali koperasi. Sebab, menurut Ichwan, koperasi saat ini banyak yang kurang berkembang sehingga butuh dibantu pemerintah, terutama bagi koperasi produktif. Berbagai usulan tersebut dikawal lewat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan pokir.

Ichwan Tamrin bukan orang baru di DPRD Bantul. Ayah dari empat orang anak ini sudah tiga periode menjadi wakil rakyat di Bantul. Meski kelahiran Kulonprogo 16 Juni 1967, hidupnya dicurahkan untuk masyarakat Bantul sejak 1998. Kedekatan Ichwan dengan masyarakat juga dibuktikan dengan keaktifannya dalam berbagai kegiatan di kampung. Selain aktif di partai, Ichwan juga aktif dalam ormas keagamaan Muhammadiyah

Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) ini mengaku tidak terlalu berambisi untuk menjadi anggota Dewan. Bahkan dia sempat mendorong pengurus lain untuk maju menjadi calon anggota legislatif. Ichwan juga mengaku sudah ditawari untuk mencalonkan diri sejak 2004 lalu, namun baru menyanggupi pada 2009.

Dia tertarik terjun di dunia politik karena banyak teman dan saudara yang berkiprah di bisang politik. Hal inilah yang kemudian mendorongnyanuntuk terjun ke dunia politik. Dia merasa bahagia jika bisa mengawal aspirasi masyarakat. Anggota Komisi D DPRD Bantul ini bahkan tidak segan meminta kritikan dari warga. “Motor penyemangat saya salah satunya keluarga dan juga teman yang selalu memberikan dukungan. Kalau salah mohon diingatkan, kalau tidak nurut sampaikan ke teman untuk mengingatkan,” ucap Ichwan.