Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Penambahan kasus Covid-19 dari lembaga pendidikan (pesantren) di Sleman beberapa hari lalu, menelorkan ide dari Pemda DIY agar untuk sementara santri yanh sehat dipulangkan. Sebagai gantinya, pesantren mulai menerapkan sistem pembelajaran secara daring.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY Fahmi Akbar Idris mengatakan usulan Pemda DIY tersebut masih akan dikaji oleh Rabithah Ma\'ahid Islamiyah (RMI) salah satu perangkat departementasi organisasi lembaga Nahdlatul Ulama. "Saat ini sedang dipantau dan diinventarisir oleh RMI. Setelah itu baru akan dikoordinasikan dengan PWNU," kata Fahmi kepada Harianjogja.com, Minggu (29/11/2020).
BACA JUGA: Ibunya Dipenjara, Bayi Vanessa Angel Menangis Berjam-jam
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan berdasarkan hasil rapat pada Kamis (26/11/2020) ponpes memang hanya diminta untuk menerapkan protkes secara ketat. Selain itu, ponpes juga diminta menyediakan tempat untuk ruang isolasi mandiri. "Kalau kebijakan Pemda DIY seperti itu sebetulnya kami setuju, mudah-mudahan segera ada surat tertulis dari Pemda DIY sehingga bisa diindak lanjuti. Pemkab Sleman tentu akan mengikuti Pemda DIY," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Sekda Pemda DIY Kadarmanta baskara Aji, meminta pengasuh ponpes agar dapat mempertimbangkan memulangkan santri yang masih sehat. “Bisa dipertimbangkan pengasuh ponpes anak-anak [yang tidak positif] dikembalikan ke orang tua supaya tidak berbaur dengan anak-anak lain,” ungkapnya, Jumat (27/11/2020).
Hal ini mempertimbangkan jika terjadi penularan di ponpes bisa sangat massif karena dengan jumlah santri yang banyak, sulit menerapkan protokol kesehatan. Pada tahun ajaran baru mendatang, bagi santri yang belum datang ke ponpes agar tetap di rumah dulu. “Kalau sudah mulai pembelajaran, daring dulu,” ujarnya.
Sementara untuk ponpes atau santri yang sudah terpapar Covid-19, diminta untuk tetap dikarantina dan tidak dipulangkan ke rumah, karena justru akan menjadi masalah jika dipulangkan. “Ponpes bisa pisahkan antara yang positif dan yang belum. Masing-masing harus lakukan karantina. Yang sehat dikarantina, positif dikarantina, supaya tidak berinteraksi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.