Pelaku Perusakan Saat Demo Omnibus Law di Malioboro Terungkap, Masih Pelajar

Demonstrasi yang ricuh di halaman DPRD DIY, Kamis (8/10/2020). - Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
30 November 2020 16:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kepolisian mengungkap pelaku perusakan pos polisi Gardu Anim (sebelah Hotel Inna Garuda) saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Kota Jogja, pada 8 Oktober 2020 kemarin.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto menerangkan, ada empat orang yang terlibat, yakni CF (19), A (16), B (16) dan C (16). CF telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara sisa tiganya merupakan anak berhadapan hukum [ABH]. “Mereka semua tertangkap tangan oleh petugas usai melakukan perusakan,” ujar Yuli, Senin, (30/11/2020).

BACA JUGA: Teror di Sigi, Menko Polhukam Janji Negara Akan Lebih Tegas Lagi

Saat demonstrasi sedang berlangsung, keempat pelaku berjalan menuju ke arah Jalan Abu Bakar Ali. Sesampainya di pos polisi Gardu Anim, B dan C langsung merusak. B menendang pos polisi berkali-kali, sementara C memukul dengan besi.

“Mereka itu niatanya unjuk rasa. Tapi kemudian mereka terbawa emosi sehingga harus melakukan perusakan. Artinya, mereka berada di posisi yang tidak seharusnya. Dari empat orang ini, tiga di antaranya masih pelajar,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan juga, kata Yuli, para pelaku tidak berhubungan dengan anggota geng maupun organisasi tertentu. Sementara itu, CF berperan dalam percobaan pembakaran pos polisi. “CF ini yang membeli bensin, kemudian menyiramkannya ke pos polisi. Lalu inisial A ikut menyiramkan juga,” ujar Yuli.

BACA JUGA: Pria yang Bersila di Jalan Madiun dan Ditabrak Truk hingga Meninggal Ternyata Siswa SMK

Namun, CF tidak jadi membakar pos polisi lantaran mendengar peringatan dari seseorang bahwa terdapat kamera CCTV yang mengintai di sekitar lokasi.

Tak lama kemudian, petugas langsung mengamankan keempat pelaku itu. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari dua botol plastik yang untuk membawa bensin, sebilah besi, sepeda motor serta beberapa potong pakaian yang dikenakan pelaku saat melakukan perusakan. “Pakaian itu kaitannya dengan video rekaman perusakan,” ujarnya.

B dan C melanggar Pasal 170 Ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun 6 bulan serta Pasal 406 Ayat 1 KUHP 2 tahun 8 bulan. Sementara itu, CF dan A dijerat dengan Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. “Berkas sudah lengkap. Kurang P21. Dalam waktu dua hari ini, keempatnya akan digiring ke kejaksaan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, kepolisian juga mengungkap pelaku perusakan sejumlah titik di halaman Gedung DPRD DIY saat berlangsung. Pelakunya terdiri dari dua orang, yakni D dan E. Keduanya masih berumur 16 tahun.