KPU Gunungkidul Sediakan Alat Bantu Coblos untuk Tuna Netra

Ilustrasi. - Freepik
02 Desember 2020 04:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - KPU Gunungkidul memastikan di setiaptempat pemungutan suara (TPS) akan disediakan alat bantu coblos bagi tuna netra. Alat ini disediakan untuk mempermudah calon pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, untuk persiapan pencoblosan, pihaknya tidak hanya mengurusi masalah logistik surat suara dan alat pelindung diri. Namun di dalam persiapan, juga menyediakan alat bantu coblos bagi kelompok tuna netra.

“Alat bantu coblos sudah tiba sejak Senin [30/11/2020]. Nantinya alat ini didistribusikan bersama-sama dengan logistik pilkada lainnya,” kata Hani kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Soal Cuti Bersama, Pemerintan Putuskan 28-30 Desember 2020 Tidak Libur

Dia menjelaskan, alat bantu coblos yang disedikan sebanyak 1.900 unit. Jumlah ini sesuai dengan TPS di Gunungkidul sehingga di satu lokasi pencoblosan akan ada satu alat bantu coblos.

Diharapkan dengan adanya alat bantu ini, pemilih dari kelompok tuna netra bisa menggunakan hak pilihnya tanpa ada kendala. “Tujuannya memang membantu untuk mempermudah saat akan mencoblos. Nantinya kami juga memberikan akses yang mudah bagi disabilitas, misalnya mendapatkan prioritas untuk memilih,” ungkapnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti. Menurut dia, alat bantu coblos bagi tuna netra sudah disediakan dan tinggal pendistribusian.

Ia menjelaskan, daftar pemilih tetap di pilkada tahun ini berjumlah 599.850 jiwa. Dari jumlah ini terdapat pemilih dari kelompok disabilitas sebanyak 2.980 jiwa. “Ini data secara berkaitan dengan pemilih difabel,” kata Asih.

Menurut dia, pemilih difabel terbagi dalam beberapa kelompok. Adapun rinciannya, disabilitas fisik sebanyak 1.357 jiwa, disabilitas intelektual sebanyak 141 jiwa, disabilitas mental sebanyak 697 orang, disabilitas sensorik 785 pemilih. “Untuk tuna netra masuk dalam kategori disabilitas motorik,” katanya.

Baca juga: Libur Akhir Tahun Akhirnya Dipangkas 3 Hari

Ditambahkan Asih, KPU Gunungkidul terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan pemilihan. Salah satunya memastikan kebutuhan logistik pilkada, baik untuk pencoblosan atau APD guna mematuki protokol kesehatan tersedia. “Untuk kebutuhan APD sudah mulai dikirim ke PPS. Rencananya untuk logistik lainnya menyusul,” katanya. (David Kurniawan)