DBD di Bantul Capai 1.137 Kasus, 4 Meninggal Dunia

Ilustrasi - Pixabay
03 Desember 2020 12:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bantul dari Januari hingga akhir November 2020 tercatat 1.137 kasus. Dari jumlah tersebut, empat orang dinyatakan meninggal karena DBD.

Empat orang itu terdiri dari Kecamatan Sewon dengan 2 orang, 1 orang dari Banguntapan dan 1 dari Kasihan. “Ini berdasarkan audit yang kami lakukan pekan lalu,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Kamis (3/12).

BACA JUGA : Kabar Baik, Tren Kasus DBD di Bantul Turun

Selain itu, Oki panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, pihaknya menilai angka kematian karena DBD di Bantul hingga November 2020 ini sama dengan 2019. Di mana pada tahun tersebut ada sekitar 4 orang meninggal karena DBD.

“Untuk total kasus, hingga November ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, di mana pada 2019 ada 1.140an orang terkena DBD,” lanjut Oki.

Menurut Oki, meski secara presentase angka kematian orang yang meninggal karena DBD di Bantul rendah, namun pihaknya berharap warga untuk memasifkan

pemberantasan sarang nyamuk yakni melalui 3 M, menguras tempat-tempat yang menjadi perindukan nyamuk. Menutup rapat-rapat tempat  penampungan air. Dan, memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Untuk fogging harap dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak penting jangan dilakukan. Di era pandemi inj lebih baik memaksimalkan pemberantasan sarang nyamuk dan perilaku hidup bersih dan sehat,” ucapnya.

BACA JUGA : Dalam Sebulan, DBD di Bantul Bertambah 310 Kasus

Selain DBD, Oki mengungkapkan, pihaknya juga masih terus mengantisipasi perkembangan leptospirosis di wilayahnya. Sebab, meski angkanya cukup rendah, yakni 80 kasus dengan satu kematian, namun persoalan leptospirosis tidak boleh dianggap remeh.

“Sama seperti DBD, Leptospirosis juga harus terus kami waspadai. Jangan sampai mengalami peningkatan,” paparnya.