Masih Ada Zona Hijau Corona di Sleman Meski Segelintir

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
03 Desember 2020 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meskipun peta epidemologi Covid-19 menunjukkan Kabupaten Sleman masuk zona merah, namun masih ada zona-zona hijau di sejumlah kalurahan. Pemkab akan meningkatkan kembali peran dan fungsi pengawasan Satgas Covid-19 mulai tingkat kepanewon hingga padukuhan.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan peningkatan kasus-kasus baru Covid-19 terjadi di semua kepanewon. Kondisi ini menyebabkan Sleman masuk zona merah. Peningkatan kasus baru Covid-19, lanjut Hasto, tidak hanya terjadi di Sleman tetapi juga di DIY. Lonjakan kasus baru Covid terjadi setelah libur panjang akhir Oktober lalu. "Tidak hanya DIY, ada 10 provinsi lainnya yang mengalami kenaikan kasus," katanya, Kamis (3/12/2020).

Meskipun Sleman masuk zona merah, kata Joko, tidak semua kalurahan masuk zona merah. Sebagian kalurahan meskipun jumlahnya kecil masih berstatus zona hijau. Joko menyontohkan di Kepanewon Cangkringan dari lima kalurahan hanya dua kalurahan yakni Agromulyo dan Wukirsari yang muncul kasus Covid-19. Adapun tiga kalurahan lainnya Umbulharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo statusnya masih hijau.

"Selain di Cangkringan, di Kepanweon Turi juga ada dua hingga tiga desa yang masih zona hijau. Peta epidemologinya masih kami selesaikan," kata Joko.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada Kamis (3/12/2020), terdapat penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 107 kasus di Sleman dengan 39 kasus sembuh, dan nol kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dengan demikian, total kasus positif Covid 19 di Sleman saat ini menjadi sebanyak 2.974 kasus. Adapun pasien sembuh, tercatat 2.101 kasus. Sendangkan pasien meninggal dunia menjadi 45 kasus.
mengedepankan pendekatan persuasif bagi pelanggar. "Denda menurut saya pribadi masih memberatkan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Makanya kami akan terus mengingatkan penerapan prokes," kata Harda.