Peroleh Ganti Rugi saat Gagal Panen, Petani Didorong Ikut Asuransi

Ilustrasi petani panen rumput laut. - Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
07 Desember 2020 08:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo mendorong petani setempat untuk bisa ikut dalam program asuransi tani yang bisa jaminan ganti rugi ketika lahannya terkena bencana atau gagal panen.

Kepala Distanpangan Kulonprogo, Aris Nugraha mengatakan terdaftarnya lahan pertanian dalam program asuransi akan membawa ketenangan bagi para petani, sebab jika pada suatu hari nanti lahan mereka rusak terkena bencana atau gagal panen akibat hama maka bisa mendapat ganti rugi.

BACA JUGA : Petani di Gunungkidul Enggan Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Adapun nominal ganti rugi itu sebesar Rp6 juta per hektar. Sementara biaya pendaftaran hanya sebesar Rp.36 ribu per hektar. "Dengan keuntungan ini, kami terus mendorong agar para petani di Kulonprogo bisa memiliki asuransi tersebut," kata Aris, Minggu (6/12/2020).

Aris menjelaskan hingga tahun ini baru 1.708, 40 ha pertanian di Kulonprogo yang tercover program tersebut. Jumlah itu sekitar 10 persen dari total lahan pertanian di bumi menoreh yang luasannya mencapai 11.027 hektar.

Aris mengatakan petani sebaiknya mengikuti program asuransi ini mengingat sekarang sedang musim hujan yang dibarengi fenomena La Nina. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan lahan pertanian tergenang sehingga dapat berakibat gagal panen.

BACA JUGA : Asuransi Pertanian Belum Diminati

"Sehingga apabila lahan pertanian mendapat dampak dari kejadian alam tersebut, bisa kemudian mendapat ganti rugi," ucapnya.