Berniat Foto, 4 Turis Asal Sukoharjo Terseret Ombak Pantai Jungwok, 1 Orang Tewas
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Dua orang petani di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, menanam padi, belum lama ini. Banyaknya sumber air membuat petani di wilayah Ponjong bisa menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com,GUNUNGKIDUL–Antusiasme petani untuk ikut program asuransi pertanian masih minim. Pasalnya, hingga saat ini cakupan lahan yang diasuransikan tidak sebanding dengan luasan tanam yang ada.
Data dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, di masa tanam kedua ini ada 8.748 hektare lahan yang ditanami padi. Namun dari jumlah ini, partisipasi terhadap asuransi pertanian hanya seluas 10 hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan minat petani terhadap program asuransi pertanian masih kurang. Hal ini terlihat dari luasan lahan yang diasuransikan. “Belum semua mau ikut sehingga partisipasinya masih sedikit. Untuk masa tanam kedua hanya ada kelompok tani di Kecamatan Ngawen yang mengasuransikan lahan seluas 10 hektare,” katanya, Kamis (4/6/2020).
Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat petani enggan ikut program asuransi pertanian, salah satunya kepemilikan lahan yang tidak terlalu luas. Meski demikian, DPP terus menyosialisasikan program ini ke petani. “Dengan sosialisasi maka petani menjadi tahu pentingnya program ini, sebab dapat membantu saat terjadi gagal panen,” katanya.
Untuk partisipasi program ini petani hanya diwajibkan membayar Rp36.000 per hektare yang berlaku satu kali masa tanam. “Apabila terjadi gagal panen, maka petani bisa mendapatkan biaya ganti rugi klaim sebesar Rp6 juta per hektare,” ungkap Raharjo.
Sesuai dengan karakteristik dan kondisi geogragfis di Gunungkidul, program asuransi pertanian paling cocok digunakan saat masa tanam pertama dan kedua karena lahan didominasi oleh sawah tadah hujan sehingga saat kemarau tidak banyak lahan yang bisa ditanami. “Hasil sosialisasi kami, di musim hujan mendatang sudah ada petani di Desa Candirejo, Kecamatan Semin yang mengasuransikan lahan seluas 20 hektare,” katanya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Sedyo Makmur Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Sukaji, mengakui hingga saat ini belum ada petani di wilayahnya yang mengikuti program asuransi pertanian. Menurut dia, sosialisasi program ini sudah sering dilakukan, tetapi tetap saja belum ada petani yang berminat. “Mungkin karena petani belum terbiasa terhadap program asuransi sehingga belum berminat untuk ikut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Elon Musk investasi US$1 miliar di bisnis turbin gas saat xAI menghadapi gugatan polusi terkait penggunaan turbin untuk data center AI.
Persib menang 1-0 atas FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027 lewat gol cepat Julio Cesar.
Redmi Note 17 Pro Max 5G resmi di Indonesia dengan baterai 10.000 mAh, harga mulai Rp7,499 juta dan prapesan 16–24 September 2026.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.